Ibu Hamil 6 Bulan Tertembak Saat Demo Rusuh di Kendari

Kompas.com - 30/09/2019, 17:40 WIB
Putri, wanita hamil yang terkena peluru nyasar saat dirawat di RS Bhayangkara Kendari. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPutri, wanita hamil yang terkena peluru nyasar saat dirawat di RS Bhayangkara Kendari.

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang ibu hamil enam bulan bernama Putri (23), tertembak pada bagian paha belakang sebelah kanan saat tertidur di rumahnya di Jalan Suppu Yusuf, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 15.30 Wita.

Di hari itu juga terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Kendari, menolak UU KPK dan sejumlah rancangan undang-undang di gedung DPRD Sultra.

Aksi demo berlangsung ricuh.

Zainal Arifin, suami dari Putri menuturkan, saat itu istrinya sedang tidur di dalam kamar. Sementara Zainal berada di bengkel depan rumah.

Ia mengaku hanya mendengar bunyi seng, lalu disusul suara teriakkan istri dari dalam rumah.

"Saya masuk kamar dan liat betis istriku berdarah, dan saya cuci ternyata ada lubang betis bagian kanan belakang lutut dengan kedalaman 4 sentimeter dan sebesar kelinking dan panjang 1 sentimeter, dan warna kuning emas,"  kata Zainal saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/9/2019).

Baca juga: Mahasiwa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas Tertembak, Karangan Bunga Kapolda Jatim Dikembalikan

 

Kemudian, Zainal bertanya ke arah hotel dekat kamar, siapa yang main senapan. Zainal minta orang-orang di bengkel untuk naik ke atap mengecek kejadian itu.

Selanjutnya, ia membawa istrinya ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Dokter kemudian mengambil proyektil peluru dari betis istrinya.

Zainal pulang ke rumah dan memeriksa atap rumah. Dia melihat atap yang terbuat dari seng itu tembus.

"Sudah divisum dan pelurunya ada di Rumah Sakit Bhayangkara. Saya sudah melapor ke Polres Kendari, dan belum ada perkembangannya," ujar dia.

Hingga kini Putri masih trauma jika mengingat kembali kejadian itu.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt membenarkan peristiwa itu.

Jarak lokasi rumah Putri dengan titik aksi unjuk rasa di DPRD Sultra sekitar 3 kilometer.

"Di rumah korban, polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proyektil peluru berukuran 9 milimeter, dan hari itu juga yang bersangkutan sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya. Namun, masih butuh perawatan dan istrahat. Tadi malam sudah dilakukan olah TKP,” ungkap Harry.

Baca juga: Ini Sosok Randi dan Yusuf, 2 Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang Tewas Saat Demo

 

Sementara proyektil sudah diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk selanjutnya dilakukan uji balistik, guna menyelidiki asal peluru itu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X