Fakta Kendaraan Taktis Tabrak Mahasiswa dan Driver Ojol, Diangkat Anak hingga Akan Diproses Hukum

Kompas.com - 30/09/2019, 16:15 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama jajarannya dan pihak rumah sakit Ibnu Sina saat mengunjungi mahasiswa yang terlindas mobil polisi, Sabtu (28/9/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama jajarannya dan pihak rumah sakit Ibnu Sina saat mengunjungi mahasiswa yang terlindas mobil polisi, Sabtu (28/9/2019).

KOMPAS. com - Sebuah kendaraan taktis (rantis) polisi jenis raisa (pengurai massa) melindas seorang mahasiswa saat bentrokan antara aparat polisi dengan pengunjuk rasa di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/8/2019) malam.

Mahasiswa yang terlindas bernama Dicky Wahyudi, Universitas Bosowa (Unibos) Makassar angkatan 2018.

Tak hanya melindas Dicky Wahyudi, mobil rantis juga menabrak seorang driver ojek online (ojol) bernama Irfan Rahmatullah.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menegaskan akan memberikan sanksi kepada aparat yang mengendarai rantis yang menabrak mahasiswa Unibos dan pengemudi ojek daring sewaktu aksi unjuk rasa di Makassar, Jumat.

Selain itu, mahasiswa yang tertabrak rantis saat berunjuk dijadikan sebagai anak angkat oleh Kapolda.

Berikut ini fakta selegkapnya:

1. Kronologi rantis tabrak mahasiswa dan driver ojol

Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019).KOMPAS.COM/HIMAWAN Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019).

Guntur mengatakan, kejadian itu bermula ketika aparat mencoba memukul mundur massa aksi yang terlibat bentrok.

Ia menyebut, pada waktu itu, ada banyak asap dari gas air mata yang ditembakkan polisi sehingga membuat kendaraan taktis yang melintas tak terlihat, meski rotator sirine mobil taktis itu terdengar cukup keras.

"Kejadian saat itu ada tembakan gas air mata mungkin dia juga panik tiba-tiba kena mata karena ada kabut, sehingga dia tidak lihat (mobil)," kata Guntur, sewaktu diwawancara, Sabtu (28/9/2019).

Guntur mengatakan, situasi di lapangan saat itu memang cukup menyulitkan polisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X