Pengungsi Gempa Mulai Terserang Penyakit, Bupati Seram Barat Akui Kewalahan

Kompas.com - 28/09/2019, 18:40 WIB
Ribuan warga Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku masih mengungsi di wilayah ketinggian di desa tersebut, Jumat (27/9/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRibuan warga Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat, Maluku masih mengungsi di wilayah ketinggian di desa tersebut, Jumat (27/9/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Warga korban gempa yang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku mulai terserang berbagai macam penyakit, Sabtu (28/9/2019).

Umumnya penyakit yang menyerang warga di lokasi pengungsian seperti diare, pusing karena kurang tidur, sakit kepala hingga demam.

Kondisi tersebut makin parah lantaran di lokasi pengungsian tidak tersedia fasilitas MCK bahkan tenaga medis pun tidak ada.

“Di sini warga mau buang hajat saja harus ke kali, tidak ada tenaga medis disini,” kata Sunaryo salah seorang pengungsi warga Desa Gemba, Kecamatan Kairatu kepada Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Data Sementara Gempa Ambon: 374 Rumah Rusak, 9 Warga Tewas

Dia menyebut, selain pusing dan diare serta sakit kepala, saat ini ada beberapa pengungsi yang sakit parah dan belum tertangani secara medis,

“Iya pak ada yang kondisinya parah di sini juga, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Selain di Gemba, di beberapa lokasi pengungsian warga juga mengaku mulai terserang penyakit. Sayangnya mereka hanya bisa bertahan, lantaran tidak ada obat-obatan dan tenaga medis.

”Ada banyak yang sakit disini juga, tapi kasihan tidak ada tenaga medis,” kata Hafid warga Kecamatan Amalatu yang mengungsi di Gunung Hitu desa tersebut.

Baca juga: Kehujanan, Pengungsi Gempa Ambon Minta Selimut dan Tenda

Terkait kondisi para pengungsi itu, Bupati SBB Muhamad Yasin Payapo mengatakan telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan seluruh pimpinan rumah sakit dan Puskesmas yang ada di wilayah itu untuk menerjunkan tim medis ke lokasi-lokasi pengungsian.

“Saya sudah perintahkan langsung kepala dinas kesehatan dan juga seluruh puskesmas menyalurkan obat-obatan dan membantu para pengungsi yang sakit,” ujarnya.

Dia mengaku selain bantuan tenaga medis dan obat-obatan, pemerintah kabupaten SBB juga telah menyalurkan bantuan sembako berupa beras, 4.000 kelambu dan mie instan dan ikan kaleng ke sejumlah titik lokasi pengungsian.

Baca juga: Situasi Gempa Ambon Terkini: 484 Gempa Susulan, 25.000 Orang Mengungsi

Dia mengakui banyaknya pengungsi yang tersebar di sejumlah titik pengungsian membuat pihaknya sedikit kewalahan untuk menyalurkan bantuan.

“Sampai hari ini penyaluran bantuan masih dilakukan, ada beberapa lokasi pengungsian yang memang belum didatangi karena pengungsinya terlalu banyak, untuk Kecamatan Amalatu hari ini kita akan bergerak kesana,”ungkapnya.

Gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) tsekira pukul 08.46 Wit.

Baca juga: Situasi Gempa Ambon Terkini: 484 Gempa Susulan, 25.000 Orang Mengungsi

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 24 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka.

Selain itu gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Cerita 42 Jemaah Umrah Asal Lampung, Lolos Pemeriksaan Bandara King Abdul Aziz di Detik Terakhir

Regional
Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Pengakuan Istri yang Tega Bunuh Suami dan Potong Alat Vitalnya dengan Pisau Dapur di Kalteng

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Regional
Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Menag Fachrul Razi Berharap Penghentian Visa Arab Saudi Tak Berlanjut ke Musim Haji

Regional
Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Seorang Pelajar SMK di Jayapura Perkosa dan Bunuh Seorang Wanita, Barang Korban Dibawa Kabur

Regional
Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Cerita Jemaah Batal Berangkat Umrah, Telanjur Gelar Syukuran hingga Sempat Transit di Singapura

Regional
Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Kronologi Istri Bunuh Suami dengan Sadis Setelah Tak Menyahut 5 Kali Dipanggil

Regional
Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Lagi, Semarang Jadi Kota Pembangunan Manusia Terbaik di Jawa Tengah

Regional
Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Regional
Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Kisah Diana Kartika, Guru Besar Bahasa Jepang Pertama Se-Sumatera yang Jadi Pengusaha Sukses

Regional
Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Pengakuan Istri yang Bunuh dan Potong Kemaluan Suami: Dipanggil 5 Kali Tak Nyahut

Regional
Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Selidiki Perumahan Syariah Ilegal, Polisi Periksa 9 Saksi dari Dinas Perizinan, Dinas PU, dan BPN

Regional
Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Sadis, Seorang Istri Bunuh dan Potong Kelamin Suami di Kalteng

Regional
Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Pemerintah Akan Jemput Jemaah Umrah yang Telanjur Tiba di Arab Saudi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X