Din Syamsuddin Dorong Pengusutan Kematian Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari

Kompas.com - 27/09/2019, 07:44 WIB
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat melayat ke rumah duka Presiden ketiga Habibie di kawasan Patra Kuningan, Rabu (11/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat melayat ke rumah duka Presiden ketiga Habibie di kawasan Patra Kuningan, Rabu (11/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Immawan Muhammad Randi.

Adapun, Randi merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Din berharap, kasus kematian mahasiswa IMM tersebut dapat diproses secara hukum dengan transparan.

Bahkan, Din mengusulkan agar tim internal IMM melakukan pemeriksaan jenazah untuk memastikan penyebab kematian.

"Mendorong pengusutan yang jujur dan transparan. Dan agar tidak menimbulkan fitnah, sebaiknya dilakukan autopsi oleh tim internal Muhammadiyah," ujar Din dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/9/2019).

Baca juga: Kronologi Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas akibat Luka Tembak

Din juga meminta agar segenap keluarga besar IMM/AMM di seluruh Tanah Air tetap tenang dan tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkis.

Selain itu, Din meminta agar kader IMM menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tragedi demokrasi akibat tindakan represif yang patut disesalkan.

"Saya berpesan kepada segenap keluarga besar IMM/AMM di seluruh Tanah Air, memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT, agar almarhum memeroleh husnul khatimah," kata Din.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, tewas karena luka tembak di dada saat demo di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis.

Dokter Yudi Ashari yang menangani Randi di Rumah Sakit Ismoyo Kendari mengatakan, mahasiswa Universitas Halu Oleo itu terluka di dada sebelah kanan selebar 5 sentimeter, dengan kedalaman 10 sentimeter.

Dokter menduga, luka tersebut akibat benda tajam berupa peluru.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X