Wartawan Antara Korban Pengeroyokan Polisi Lapor Propam

Kompas.com - 26/09/2019, 21:15 WIB
Wartawan LKBN Antara, Muhammad Darwi Fathir yang menjadi korban pengeroyokan polisi, resmi melaporkan tindak pidana yang dia alami ke Ditreskrimum dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel, Kamis (26/9/2019). Tangkapan layar videoWartawan LKBN Antara, Muhammad Darwi Fathir yang menjadi korban pengeroyokan polisi, resmi melaporkan tindak pidana yang dia alami ke Ditreskrimum dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel, Kamis (26/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Wartawan LKBN Antara, Muhammad Darwi Fathir yang menjadi korban pengeroyokan polisi, resmi melaporkan tindak pidana yang dia alami ke Ditreskrimum dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel, Kamis (26/9/2019).

Korban melaporkan kasus pengeroyokan tersebut deengan didampingi tim advokasi hukum kekerasan jurnalis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar.

Dimana saat pengerokan terjadi, korban sedang meliput bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian di depan gedung DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumohardjo, Selasa (24/9/2019).

Tindak pidana yang dilakukan anggota kepolisian di jajaran Polda Sulsel dinilai melakukan tindak pindana sesuai pasal 170 dan pasal 351.

"Sedangkan untuk pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian kita laporkan ke Propam," kata Direktur LBH Pers Makassar Fajriani Langgeng dalam keterangannya, usai pelaporan di Mapolda Sulse, Kamis.

Baca juga: Wartawan Kompas.com Diintimidasi Polisi, Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Propam

Tim hukum LBH Pers Kadir Wokanobun menambahkan, selain Darwin, ada dua wartawan lainnya yang menjadi korban pengeroyokan polisi yakni Saiful, jurnalis inikata.com (Sultra) dan Isak Pasabuan, jurnalis Makassar Today.

 “Ketiga korban mengalami luka-luka lebam dan bagi tim advokasi hukum, hal itu merupakan tindak pidana. Padahal teman-teman dalam menjalankan tugas liputan selaku jurnalis dengan atribut lengkap," ujar dia.

Kadir menegaskan, LBH Pers akan menagih komitmen kepolisian perihal perlindungan jurnalis ketika meliput di lapangan.

Karena kasus kekerasan terhadap jurnalis telah berulang-ulang terjadi.

“Nah, itu jadi bukti polisi tidak pernah memberikan rasa aman bagi jurnalis ketika melaksanakan kerja-kerja jurnalistik. Kami minta Kapolda Sulsel untuk mengambil tindakan tegas dari segi etik kepolisian juga tindak pidananya," ujar dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak Wikwik Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

11 Pendatang dari Zona Merah Dikarantina di GOR Satria Purwokerto

Regional
9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

9 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Pengolahan Kayu Ditutup, 3.600 Pekerja Dirumahkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Juli 2020

Regional
Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Tersangka Kerusuhan di Mandailing Natal Bertambah Jadi 20 Orang

Regional
Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X