KILAS DAERAH

Emil Minta Santri Tak Hanya Ahli Al Quran, tapi Juga Kuasai Teknologi

Kompas.com - 26/09/2019, 13:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dua dari kiri) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Jannatul Firdaus dan meresmikan Gedung Asrama Al-Quds di Pondok Pesantren Umar Bin Khattab (UBK) Plus Bogor di Desa Gunung Malang, Kabupaten, Bogor, Rabu (25/9/2019). DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dua dari kiri) dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Jannatul Firdaus dan meresmikan Gedung Asrama Al-Quds di Pondok Pesantren Umar Bin Khattab (UBK) Plus Bogor di Desa Gunung Malang, Kabupaten, Bogor, Rabu (25/9/2019).


KOMPAS.com
- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta para santri agar tidak hanya ahli dan hafidz Al Quran, tetapi juga menguasi bidang teknologi informasi, terutama di era industri 4.0.

"Saya ingat betul nasihat almarhum Pak Habibie kepada kami, kalau mau selamat dunia akhirat harus gabungkan iptek dan imtaq," kata Emil—panggilan akrab Ridwan Kamil—seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (26/9/2019).

Hal tersebut Emil katakan saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Jannatul Firdaus dan meresmikan Gedung Asrama Al-Quds di Pondok Pesantren Umar bin Khattab (UBK) Plus Bogor di Desa Gunung Malang, Kabupaten Bogor, Rabu (25/9/2019).

"Harapan kita semuanya adalah agar (santri) Pesantren Umar Bin Khattab Plus ini terus menjadi ladang subur bertumbuhnya santri yang berakhlak mulia," kata Emil.

Tak seperti biasanya, Emil sendiri dalam sambutannya menggunakan bahasa Arab. Dia mengaku sudah sepuluh bulan belajar bahasa Arab.

Pemdaprov Jabar tangani urusan batiniah

Lebih lanjut, Emil mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Jabar serius dalam menangani urusan batiniah. 

Hal itu terlihat dari sejumlah program, seperti Satu Desa Satu Hafidz, Maghrib Mengaji, Shubuh Berjamaah, English for Ulama, Kredit Mesra, dan One Pesantren One Product.

Sementara itu, Ketua MPR Zulakifli Hasan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, salah satu cita-cita Indonesia merdeka dan menjadi fondasi kokoh kehidupan berbangsa dan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah kewajiban negara karena diperintahkan konstitusi.

Baca juga: 6.000 Motor Listrik Siap Dibagikan ke Pesantren Jabar

"Oleh karena itu, saya berharap (kepada pemerintah daerah) tolong dibantu pondok pesantren kami ini, yang memiliki cita-cita yang luhur (mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara)," katanya.

Perlu diketahui, Pondok Pesantren UBK Plus Bogor memiliki cita-cita untuk melahirkan generasi Al Quran dan ahli teknologi informasi.

Adapun kegiatan pokok pengajaran di UBK Plus, yakni tahfidz Al Quran, teknologi informasi, broadcasting, leadership, dan entrepreneurship. Dalam berkomunikasi, para santri menggunaka bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Asrama santri Al Quds dapat menampung hingga 100 orang santri dan akan digunakan untuk kegiatan pesantren weekend.

Pesantren weekend UBK Plus Bogor menargetkan para santri bisa memperbaiki bacaan sekaligus penghafal Al Quran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X