Ratusan Pelajar Makassar Demo di Gedung DPRD Sulsel

Kompas.com - 26/09/2019, 13:25 WIB
Seorang polisi saat coba menghalangi para pelajar di Makassar yang hendak berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANSeorang polisi saat coba menghalangi para pelajar di Makassar yang hendak berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (26/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar turut berunjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK di depan kantor DPRD Sulawesi Selatan, Kamis (26/9/2019).

Ratusan pelajar ini merupakan gelombang kedua yang hadir setelah sebelumnya 200 rekannya sudah diamankan terlebih dahulu oleh polisi.

Para pelajar tersebut melakukan orasi sambil membawa spanduk berisi kecamannya untuk DPR.

Baca juga: Hendak Demo, 200 Pelajar Makassar Diamankan

 

Berdasarkan pantauan Kompas.com, saat hendak mencapi gedung DPRD Sulsel, seorang polisi mencoba menghentikan gerakan pelajar ini sambil mengambil bambu yang dipegang oleh pelajar. 

Namun, jumlah pelajar yang cukup banyak membuat seorang polisi tersebut tak berdaya meski berhasil mengambil bambu yang dipegang siswa tersebut. 

"Pak polisi, pak polisi tugasmu mengayomi," teriak para pelajar tersebut. 

Pesan-pesan kekecewaan terhadap kinerja DPR terus digalakkan oleh para pelajar ini.

Mereka mendesak anggota DPR membatalkan pembahasan RUU KUHP yang disebutnya sangat bermasalah. 

Salah satu pelajar dari SMA Nasional Makassar bernama Muhammad Syahrul Amir bahkan mengecam para polisi yang melarangnya melakukan unjuk rasa.

Ia mengatakan bahwa siswa sepertinya berhak menyalurkan aspirasinya. 

"Tidak seharusnya pemerintah menggubris rakyatnya sampai dalam-dalam banget," kata Syahrul saat ditanya alasannya menolak RUU KUHP. 

"Apakah pelajar seperti kita tidak bisa demo seperti ini? Ingat, enaknya bisa makan karena uang kita semua. Uang dari orangtua kami, dari pajak," sambung siswa kelas X ini. 

Baca juga: Pelajar SMA dan SMK di Samarinda Ikut Demo di Kantor DPRD Kaltim

Selain menolak UU KPK dan RUU KUHP, para pelajar ini juga meminta polisi membebaskan 200 rekannya yang terlebih dahulu diamankan.

Hingga siang ini, para pelajar tersebut masih berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel yang telah dilindungi dengan Pagar kawat berduri. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Regional
Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Regional
Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Regional
Seorang Operator 'Backhoe' Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Seorang Operator "Backhoe" Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Regional
4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

Regional
Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Regional
Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Regional
Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Regional
Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Regional
Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Regional
Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Regional
'Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk'

"Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk"

Regional
Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Regional
Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Harga Gabah Anjlok Selama Pandemi, Petani di Polman Sampai Jual Emas untuk Modal Bertani

Regional
Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Diiming-imingi Ponsel, 19 Anak Laki-laki Dicabuli Perangkat Desa, Pelaku Disembunyikan Penjaga Kebun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X