DPR Aceh Sepakat dengan Mahasiswa Tolak UU KPK Baru

Kompas.com - 26/09/2019, 11:41 WIB
Ratusan mahasiwa dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPR Aceh, Rabu (25/9/2019). Setelah berorasi di halaman kantor, mahasiswa diperbolehkan masuk ke dalam gedung dan disambut oleh beberapa anggota DPRA untuk menyampaikan aspirasi dan DPRA sepakat terhadap poin-poin tuntutan serta akan segera mengirimkan petisi kepada Presiden dan DPR RI untuk mencabut kembali UU KPK dan sejumlah RUU lain yang kontroversial. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan mahasiwa dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPR Aceh, Rabu (25/9/2019). Setelah berorasi di halaman kantor, mahasiswa diperbolehkan masuk ke dalam gedung dan disambut oleh beberapa anggota DPRA untuk menyampaikan aspirasi dan DPRA sepakat terhadap poin-poin tuntutan serta akan segera mengirimkan petisi kepada Presiden dan DPR RI untuk mencabut kembali UU KPK dan sejumlah RUU lain yang kontroversial.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Demo mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mendesak DPR Aceh agar mengirimkan petisi kepada Presiden dan DPR RI.

Petisi itu untuk mencabut kembali Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru yang dianggap melemahkan KPK dalam pemberantansan korupsi.

Petisi juga untuk menolak beberapa revisi dan rancangan undang-undang (RUU)  yang dinilai hanya untuk kepetingan kelompok penguasa dan merampas hak rakyat.

"Kami lakakukan aksi hari ini untuk memperjuangkan aspirasi seluruh mahasiswa dan rakyat indonesia, karena DPR dan Presiden telah melakukan pelemahan terhadap KPK untuk pemberantasan korupsi, serta bebera RUU KUHP yang terkesan lelucon," kata Reza Hendra Putra, koordinator aksi mahasiswa, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: Demo Mahasiswa Kepung Gedung DPRD NTB, Dosen Ikut Berorasi

Pantauan Kompas.com, mahasiswa dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu diizinkan masuk ke dalam Gedung dan disambut oleh beberapa anggota DPRA untuk menyampaikan aspirasi mereka. 

Empat anggota DPRA yang menerima mahasiswa itu yakni Irwan Johan, Azhari Cage, Asrizal Asnawi dan Tarmizi.

Keempat anggota Dewan menerima seluruh petisi yang diusung oleh mahasiswa untuk segera dikirimkan ke Presiden dan DPR RI.

Bahkan empat anggota DPR Aceh itu dalam sambutannya sempat membakar semangat para demonstran untuk menolak UU KPK baru dan beberapa beberapa RUU kontroversial itu.

"Kami anggota DPRA sangat mengapresiasi aksi mahasiswa UIN hari ini, artinya mereka masih peduli terhadap kondisi bangsa dan negara ini," kata Teuku Irwan Johan.

Menurut Irwan Johan, empat poin tuntutan yang diperjuangkan mahasiwa itu sangat logis, masuk akal, dan rasional.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Regional
Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Regional
Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Regional
Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Regional
4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Regional
2 Agen yang Ganti Isi Galon dengan Air Biasa Ditangkap Saat Beraksi di Atas Truk

2 Agen yang Ganti Isi Galon dengan Air Biasa Ditangkap Saat Beraksi di Atas Truk

Regional
Ahli Epidemiologi: Tempat Wisata dan Rumah Makan Rawan Penyebaran Covid-19 Saat Libur Cuti Bersama

Ahli Epidemiologi: Tempat Wisata dan Rumah Makan Rawan Penyebaran Covid-19 Saat Libur Cuti Bersama

Regional
Cerita Unik, Bunga Keladi Setara Avanza, Tersesat di Hutan gara-gara Tanaman 'Janda Bolong'

Cerita Unik, Bunga Keladi Setara Avanza, Tersesat di Hutan gara-gara Tanaman "Janda Bolong"

Regional
Bupati Jombang Dirawat karena Covid-19, Roda Pemerintahan Dipastikan Tetap Berjalan

Bupati Jombang Dirawat karena Covid-19, Roda Pemerintahan Dipastikan Tetap Berjalan

Regional
Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Cerita Yaya Karsan, Guru Honorer yang Punya Omzet Rp 1 M dari Layanan Titip Transfer

Regional
Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X