Gubernur Papua Minta Warga Wamena Tak Takut dan Kembali ke Rumah

Kompas.com - 25/09/2019, 19:45 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIGubernur Papua Lukas Enembe

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu, sebanyak 5.000 warga mengungsi.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang pada Rabu (25/9/2019) menemui para pengungsi meminta mereka untuk menghilangkan rasa takut dan kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami harap mereka ibu-ibu yang sakit dan anak-anak boleh mengungsi, tapi yang lain kita tidak boleh mengungsi dan takut. Kita ini Indonesia, berada di wilayah Republik Indonesia," tutur dia.

Baca juga: Korban Kerusuhan Wamena Bertambah Jadi 30 Orang, Ini Pernyataan Gubernur Papua

Namun, Lukas juga menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan mengakomodir kebutuhan warga selama mereka masih mengungsi.

Bagi korban yang kehilangan tempat tinggal, Lukas memastikan Pemprov Papua akan memberikan bantuan.

"Kami akan bantu mereka yang rumahnya terbakar, namun kami menunggu pendataan termasuk pembangunan kantor pemerintah," kata dia.

Lukas juga meminta agar para korban yang sebelumnya memiliki tempat usaha bisa kembali melakukan aktivitasnya seperti semula.

Baca juga: 7 Pelaku Diduga Dalang Kerusuhan Wamena Ditangkap

"Saya harapkan distribusi barang dan makanan bisa terjadi dengan dibukanya tempat usaha," ucap dia.

Hingga Rabu, kerusuhan Wamena telah menyebabkan 30 orang tewas dan 76 luka-luka.

Dari sisi kerugian material, 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, dan 5 kantor pemerintahan hangus terbakar.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X