Catatan Bersama Demonstran...

Kompas.com - 25/09/2019, 16:15 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menandatangani tuntutan aksi demo di depan massa mahasiswa di kantor Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019). HUMAS PEMPROV JATENGGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menandatangani tuntutan aksi demo di depan massa mahasiswa di kantor Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (24/9/2019).

SELEBARAN demo bertebaran di medsos sebelum Selasa (24/9/2019) kemarin. Isinya, mengajak mahasiswa untuk 'kuliah di jalan' alias mengikuti aksi demonstrasi.

Ingatan saya tiba-tiba saja meluncur ke akhir 1980-an. Itulah untuk kali pertama saya diajak, kemudian ikut demo. Ada rasa deg-degan kala itu, namun kemudian hilang karena semangat uji nyali plus rasa solidaritas.

Demo kemarin rupanya terjadi di beberapa kota di Indonesia. Saya ikuti berita lewat media mainstream dan medsos. Ada yang luka, ada fasilitas yang rusak, ada yang bagi-bagi makanan, dan ada pula yang bukan mahasiswa ikut aksi di sana.

Di Semarang, berita rencana demo sudah saya ketahui beberapa hari sebelumnya. Saya minta disiapkan ruang untuk menerima pendemo agar saluran aspirasi punya jalan dan ruang yang baik.

Saat demo benar-benar terjadi pada Selasa pagi di depan kantor Gubernuran, saya lihat mahasiswa sangat banyak. Saya ikuti orasi demi orasi sembari menerima tamu. Salah satunya Kepala BNN pusat Komjen Pol Heru Winarko dan jajarannya.

BNN ini tengah menyiapkan program kampung Bersinar-Bersih Narkoba! Program bagus saya kira dan harus menjadi perhatian banyak pihak. Para pemangku kepentingan harus memiliki persepsi yang sama untuk mengelola isu pemberantasan narkoba ini.

Di tengah ngobrolin program itulah tiba-tiba staf saya nyelonong masuk. Dia berbisik, "Pak, demo ricuh dan pagar jebol. Mereka hanya mau ketemu dengan Pak Gub saja."

Spontan rapat dengan BNN saya hentikan. Saya bilang ke Kepala BNN, "Pak Heru, saya kira rapat harus diakhiri karena situasi di depan kantor harus saya respons".

Saya bergegas jalan menuju ke kawan-kawan mahasiswa berdemo. Sempat saya lihat pihak keamanan cukup sigap dan berhati-hati dalam menangani demo ini. Ada yang membagikan air minum, ada juga yang terus bernegosiasi meskipun akhirnya pagar besi gerbang DPRD Jateng tetap roboh.

Saat saya keluar halaman, terdengar teriakan mahasiswa memanggil-manggil nama saya. Saya sambut dengan lambaian tangan dan acungan jempol. Mereka membalas dengan tepuk tangan.

Di halaman gubernuran, aparat menawarkan saya naik mobil keamanan. Saya bilang pilih jalan kaki saja. Dalam hati saya, ini demo murni dan damai, kok.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X