Polisi Akan Periksa Sopir Avanza Penderita Epilepsi dalam Kecelakaan di Magetan

Kompas.com - 25/09/2019, 16:12 WIB
Mobil avanza yang dikemudikan Ali Mashudi yang mengalami kerusakan parah pasca kecelakaan beruntun menabrak 2 mobil dan 4 sepda motor. Kecelakaan terjadi karena penyalit epilepsi  pengemudi mobil Avanza tiba tiab kambuh. KOMPAS.com/SUKOCOMobil avanza yang dikemudikan Ali Mashudi yang mengalami kerusakan parah pasca kecelakaan beruntun menabrak 2 mobil dan 4 sepda motor. Kecelakaan terjadi karena penyalit epilepsi pengemudi mobil Avanza tiba tiab kambuh.

MAGETAN, KOMPAS.com –   Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur, akan memeriksa Ali Mashudi (56), pengemudi Toyota Avanza yang menabrak 3 pengendara motor serta 2 mobil di Magetan.

Dalam kecelakaan tersebut, Septi Rahayu (17), salah satu pelajar SMA di Magetan, menjadi korban tewas.

Kepala Unit Laka Lantas Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto mengatakan, Ali Mahudi saat ini masih menjalani  perawatan di Rumah Sakit Umum dr Sayidiman Magetan, pasca kecelakaan tersebut. 

"Sopir masih dalam perawatan,” ujar Yudi, Rabu (25/09/2019).

Baca juga: Viral Video Polisi Pakai Sepatu Masuk Masjid dan Pukuli Mahasiswa, Ini Klarifikasinya

Sebelumnya kecelakaan melibatkan 3 mobil dan 4 sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Ngariboyo, Magetan, pada Jumat pekan lalu.

Kecelakaan berawal dari pengendara Toyota Avanza, yakni Ali Mashudi yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Ali dilaporkan memiliki riwayat epilepsi. Penyakit tersebut tiba tiba kambuh saat kecelakaan terjadi.

“Tiba-tiba pengemudi tidak sadarkan diri, selanjutnya kendaraan terus melaju ke jalur sebelah kanan dan menabrak berberapa kendaraan dari arah berlawanan secara beruntun,” Kata Yudi Wiyanto.

Mobil yang hilang kendali tersebut kemudian menabrak sepeda motor yang dikendarai Sukarni (42), warga Desa Ngariboyo.

Kemudian, mobil juga menabrak sebuah kendaraan box yang dikemudikan oleh Apriandi Setyawan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X