Bantu Dorfin Kabur, Kompol Tuti Divonis 3 Tahun Penjara

Kompas.com - 24/09/2019, 21:49 WIB
Kompol Tuti Maryati, saat bersama Kuasa hukumnya, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. Tuti divonis 3 tahun penjara, Selasa(24/9/2019) FITRI RACHMAWATIKompol Tuti Maryati, saat bersama Kuasa hukumnya, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram. Tuti divonis 3 tahun penjara, Selasa(24/9/2019)

MATARAM, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/9/2019), memvonis 3 tahun pidana penjara terhadap Kompol Tuti Maryati.

Tuti merupakan terdakwa pungutan liar (pungli) tahanan Rutan Polda NTB, sekaligus membantu kaburnya Dorfin Felix, tahanan kasus narkoba asal Francis.

Sidang yang diketuai Sri Sulastri, dua hakim anggota, masing masing Fathur Rauzi dan Abadi, menyebutkan, selain vonis 3 tahun penjara, Tuti juga dibebankan pidana denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Baca juga: Kasus Dugaan Pungli Kompol Tuti, Hakim Tipikor Periksa Rutan Polda NTB

Majelis Hakim mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut Tuti dengan Pasal 12 Huruf e juncto Pasal 12A Ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hakim Fathur Rauzi menyatakan, kesalahan yang dilakukan Tuti adalah memberikan para tahanan mengunakan handphone, matras di tahanan meskipun itu dilarang.

"Tahanan terpaksa memberikan uang jaminan, karena jika ketahuan membawa HP akan disel ke sel tikus, itu karena terdakwa memilkki jabatan dan kewenangan di ruang tahanan," terang anggota Majelis Hakim Fathur Rauzi.

Dalam persidangan juga diungkapkan bahwa terdakwa Tuti, yang juga mantan Kasubdit Pamtahti Dittahti Polda NTB, disebutkan menolak tawaran uang sebesar Rp 1 miliar dari Dorfin, tetapi tetap memberikan fasilitas mewah di sel tahanan kepada WNA yang telah divonis 19 tahun penjara itu.

Baca juga: Fakta Baru di Sidang Dorfin Felix: Titipan Pesan Kompol Tuti ke Napi Lain

"Terdakwa juga lalai terhadap pengiriman paket makanan yang berisi gergaji besi, yang digunakan Dorfin merusak ventilasi besi dalam waktu 35 jam, dan menyebabkan Dorfin kabur," kata Fathur Rauzi.

Majelis Hakim menyebutkan, hal yang memberatkan hukuman Tuti karena Tuti dalah anggota kepolisian dan merupakan panutan,.

Sementara yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan, dan punya tangung jawab keluarga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X