Kompas.com - 24/09/2019, 19:37 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Karena tersulut dendam lama, dua pria yang masih saudara ipar tega membunuh tetangganya sendiri.

Korban, Mursidi, ditemukan bersimbah darah dengan tubuh penuh luka. 

Kejadian pembunuhan ini dilakukan dua tersangka di Gang Rahayu, Jalan Sutoyo S, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut polisi, pembunuhan terhadap Mursidi dilatarbelakangi dendam lama antara salah seorang tersangka, Indriawan.

Baca juga: Jenazah Bocah 5 Tahun Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan Kakak dan Ibu Angkat Dibuang di Sungai

Indriawan dari keterangan polisi pernah dianiaya dan disiram air cuka oleh korban pada tahun 2012 silam.

"Antara tersangka dan korban pernah berselisih paham sebelumnya, korban pernah menganiaya dan menyiram tersangka dengan air cuka," ujar Kapolsek Banjarmasin Barat, AKP Mars Suryo, dalam konfrensi pers, Selasa (24/9/2019).

Selain tersangka Indriawan, polisi juga menangkap Husni yang tak lain adalah Ipar Indriawan.

Sebelum melakukan pembunuhan terhadap Mursidi, Indriawan memanggil adik iparnya Husni untuk menghabisi Mursidi.

Pada aksi pembunuhan itu, Husni diketahui beberapa kali mengayunkan belati ke arah tubuh korban yang menyebabkan korban tersungkur di atas becaknya.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Usai melakukan pembunuhan, keduanya melarikan diri dan bersembunyi di rumah kerabat mereka di Alalak, Banjarmasin Selatan.

Namun, keduanya justru ditangkap di Jalan Ahmada Yani, KM 5 setelah polisi mengendus keberadaan mereka melalui kerja sama dengan tokoh agama setempat.

Baca juga: Akhir Pelarian Dua Pelaku Pembunuhan Remaja yang Ditemukan dalam Karung

"Mereka bersembunyi di rumah kerabat mereka di Alalak, tapi kami tangkap di KM 5 setelah kerja sama dengan tokoh agama, sehingga kami bisa mengungkap kasus ini," lanjut Mars.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Banjarmasin Barat.

Tersangka Indriawan akan dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman kurungan 20 penjara.

Sementara, tersangka Husni akan dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan 15 dan 7 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.