Sisi Lain Demo Mahasiswa: Jeruk Apel Simbol Dukungan Warga Yogya hingga Kumpulkan Dana Rp 100 Juta

Kompas.com - 24/09/2019, 15:35 WIB
Elemen mahasiwa dari berbagai universitas menyatakan mosi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (19/9/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOElemen mahasiwa dari berbagai universitas menyatakan mosi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (19/9/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com- Aksi menolak UU KPK dan revisi KUHP serentak terjadi di sejumlah daerah pada hari Senin (23/9/2019).

Aksi lanjutan dilakukan pada Selasa (24/9/2019).

Di balik aksi demo yang digelar ribuan mahasiswa di Tanah Air, ada beberapa kisah yang menarik.

Di Yogyakarta, pedagang buah membagikan jeruk dan apel untuk para mahasiwa yang menggelar aksi damai di Simpang Tita Kolombo.

Sementara musisi Ananda Badudu menggalang dana untuk mendukung aksi mahasiswa. Dalam waktu dua hari, dukungan dana yang terkumpul dari masyarakat mencapai Rp 100 juta.

Berikut sisi lain dari aksi demo yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil yang menolak UU KPK dan revisi KUHP :

1. Jeruk dan apel dukungan dari warga Yogya

Para mahasiswa saat duduk di pertigaan Kolombo, untuk mengheningkan cipta atas matinya demokrasiKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Para mahasiswa saat duduk di pertigaan Kolombo, untuk mengheningkan cipta atas matinya demokrasi
Irwan bersama karyawannya membagikan buah dagangan mereka kepada mahasiswa dan masyarakat sipil yang menggelar aksi damai di Gejayan, Senin (23/9/2019).

"Jeruk sekitar 5 kilo, air mineral, terus apel satu kiloan lah. Ini spontan dari kita, mereka juga tidak meminta, aksinya kan juga damai, tidak rusuh," kata Irwan Susila, pemilik Kios Buah Mbak Muji.

Irwan bersama karyawannya membagikan buah dagangan mereka kepada mahasiswa dan masyarakat sipil yang menggelar aksi damai di Gejayan, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Jeruk dan Apel untuk Mahasiswa yang Demo Saat Aksi #GejayanMemanggil

Jeruk dan apel diberikan melalui jendela lantai dua, karena kios buah bagian bawah yang berada di Jalan Kolombo nomo3 2 tersebut tutup dan baru buka pukul 18.00 WIB.

"Kan panas, saya merasa kasihan kepada para mahasiswa. Ya, terus kita bagikan buah ke mahasiswa," ucapnya.

Sementara itu Nurkholis (28), karyawan kios mangatakan sebagai rakyat, dia juga ingin membantu mahasiwa yang turun ke jalan untuk membela rakyat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X