Mulan Jameela Gantikan Caleg dari Garut, Apa Kata Bupati dan Tokoh Setempat?

Kompas.com - 24/09/2019, 14:31 WIB
Mulan Jameela menggunakan hak pilihnya di TPS 49, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanMulan Jameela menggunakan hak pilihnya di TPS 49, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

GARUT, KOMPAS.com –Dua anggota legislatif terpilih dari Partai Gerindra, Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi, digantikan posisinya oleh Mulan Jameela.

Pergantian anggota DPR dari daerah pemilihan Garut, Jawa Barat, itu diketahui melalui surat keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang didasari tiga surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Namun, pergantian itu ternyata menuai keprihatinan dari Bupati dan tokoh masyarakat di Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, dirinya prihatin atas apa yang menimpa Ervin Luthfi.

Apalagi, menurut dia, Ervin adalah orang baik yang tadinya diharapkan bisa menyuarakan kepentingan masyarakat Garut di DPR RI.

“Kalau saya sebagai Bupati Garut, Ervin Luthfi itu harapan kita, Ervin orang baik, tentu saya prihatin dengan adanya penggantian oleh pihak lain,"kata Rudy saat ditemui di kantornya pada Senin (23/9/2019) pagi.

Baca juga: Kursi DPR untuk Mulan Jameela yang Singkirkan Dua Kader Gerindra...

Apalagi, menurut Rudy, secara fakta perolehan suara, Ervin lebih tinggi ketimbang Mulan Jameela.

"Tapi kalau ada aturan lain saya tidak tahu, apa pertimbangan PN mengabulkan saya tidak tahu,” kata Rudy.

Rudy menyampaikan, dari informasi yang dia terima, putusan penggantian Ervin oleh Mulan, melalui suatu proses pengadilan.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menerima gugatan Mulan dengan tergugat DPP Partai Gerindra.

Hasilnya, PN Jaksel mengabulkan gugatan Mulan.

“Konstruksi hukumnya apa, saya tidak tahu, meski saya anggota Dewan Penasehat Gerindra, itu domainnya DPP yang mengatur itu,” kata Rudi.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin, juga merasa prihatin atas digantinya Ervin Luthfi oleh Mulan Jameela.

Apalagi, penggantian tersebut didasari oleh pemberhentian Ervin oleh DPP Partai Gerindra bersama satu caleg lain asal Garut, yaitu Fahrul Rozi.

Menurut Syakur, pemberhentian tanpa ada penjelasan apapun dari DPP Gerindra.

“Tentu kita prihatin ya, diberhentikan tanpa ada penjelasan dan tanpa diberi kesempatan memberi penjelasan apapun,” kata Syakur yang juga Rektor Universitas Garut.

Menurut Syakur, DPP Partai Gerindra harus memberikan penjelasan soal alasan yang mendasari pemecatan Ervin dan Fahrul Rozi.

Apalagi, keduanya termasuk tokoh muda di Garut. 

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut Enan mengaku sama sekali tidak mengetahui soal pemberhentian dua kader Gerindra asal Garut.

Bahkan, saat dirinya mencoba mencari tahu melalui struktur partai hingga tingkat DPP, tidak ada yang bisa memberi penjelasan soal pemberhentian tersebut.

“Saya tidak mendapatkan kabar apapun atau tembusan apapun mengenai Ervin. Saya koordinasi dengan DPP, ke siapa bingung juga,"kata Enan.

Enan menyatakan bahwa dia tidak bisa berkomentar apapun soal penggantian Ervin oleh Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI.

Sebab, menurut dia, hal tersebut menjadi ranah dari DPP Partai Gerindra.

Dedi Kurniawan, juru bicara Ervin Luthfi mengungkapkan, pemberhentian Ervin tanpa didasari penjelasan apapun.

Bahkan, dirinya juga sempat menemui Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra untuk mempertanyakan alasan pemecatan Ervin.

Namun, Ketua Dewan Kehormatan juga tidak mengetahui soal pemberhentian tersebut.

“Padahal dalam AD/ART Gerindra, memberhentikan seorang kader itu harus melalui anggota dewan kehormatan, ketua dewan kehormatannya juga tidak tahu apa-apa,” kata Dedi.

Dedi memastikan pemberhentian Ervin dilakukan secara sepihak dan bertentangan dengan aturan internal partai.

Surat keputusan pemberhentian Ervin, menurut Dedi, hanya permainan orang-orang kotor di DPP Gerindra.

Baca juga: Beda Nasib Ahmad Dhani dan Mulan Jameela yang Berebut Kursi di DPR...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X