Cerita di Balik Viralnya Surat Izin Tak Masuk Sekolah untuk Nonton Karnaval

Kompas.com - 24/09/2019, 06:16 WIB
Dokumen surat izin tidak masuk sekolah yang viral di Jombang Jawa Timur, pada Sabtu (21/9/2019) lalu. Surat izin itu dikirimkan salah satu wali murid untuk anaknya yang ingin menonton pawai budaya yang diselenggarakan Pemkab Jombang. KOMPAS.COM/HANDOUTDokumen surat izin tidak masuk sekolah yang viral di Jombang Jawa Timur, pada Sabtu (21/9/2019) lalu. Surat izin itu dikirimkan salah satu wali murid untuk anaknya yang ingin menonton pawai budaya yang diselenggarakan Pemkab Jombang.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah surat izin tidak masuk sekolah yang ditulis tangan oleh wali murid beredar di media sosial.

Tidak seperti surat izin sekolah pada umumnya, alasan sang siswa tidak masuk sekolah karena ingin menonton karnaval Pawai Budaya 2010 yang digelar oleh Pemkab Jombang.

Surat tersebut juga ditulis dalam Bahasa Jawa.

Dalam surat tertulis, "Tidak bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya dikarenakan 'Nangis Berok-berok Jalok Nontok Karnafal' (Menangis sambil berteriak keras minta nonton karnaval)".

Baca juga: Viral Surat Izin Tak Masuk Siswa MI demi Nonton Karnaval, Begini Faktanya

Wali murid yang menulis surat juga mengkritik penyelenggara yang menggelar karnaval bersamaan dengan jam anak sekolah.

"Piye Bu Mundjidah (Bupati Jombang) iki? Ngadakno karnafal kok bareng arek sekolah, wayahe lak yo mari dhuhur koyok biasae, ngeten niki sing salah sopo?"

(Bagaimana Bu Mundjidah (Bupati Jombang) ini? Mengadakan karnaval kok bersamaan dengan jam anak sekolah, mestinya kan habis dhuhur seperti biasanya, kalau seperti ini siapa yang salah?)"

Baca juga: Cerita Lengkap Hoaks Perampokan BRI Aceh yang Jadi Viral

Anak menangis ingin nonton karnaval

Ilustrasi anakshutterstock Ilustrasi anak
Wali murid yang menulis surat tersebut adalah Subeki, warga Dusun Gebang Malang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Hari itu, anak perempuannnya yang duduk di kelas 3 MISS Bandung II Desa Bandung menolak berangkat sekolah karena ingin menonton karnaval.

"Pada tanggal 21 September itu, setelah anaknya sarapan mau saya mandikan, gak mau, berontak terus minta nonton karnaval. Terus berontak, saya beri nasehat, sekolah lebih penting dari karnaval. Tapi anaknya terus berontak minta nonton karnaval," tutur Subeki.

Baca juga: 5 Fakta Negeri di Atas Awan, Viral di Media Sosial hingga Diusulkan Jadi Geopark

Karena sang anak tidak bisa dibujuk, Subeki pun mengalah dan menulis surat izin kepada wali kelas 3 MISS Bandung II, tempat anaknya bersekolah.

Subeki menegaskan surat tersebut ia tulis bukan untuk mencari sensasi. Ia hanya ingin pihak sekolah tahu bahwa anaknya yang memaksa untuk menonton karnaval.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bersanding Jadi Nama Jalan di Banyumas, Gus Dur hingga KH Ahmad Dahlan

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bersanding Jadi Nama Jalan di Banyumas, Gus Dur hingga KH Ahmad Dahlan

Regional
Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Regional
Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X