Saat Ini, Sudah Tidak Ada Pesawat di Bandara Wamena

Kompas.com - 23/09/2019, 11:27 WIB
Terminal Bandara Wamena Jayawijaya, Papua. Dok/Kementerian Perhubungan.Terminal Bandara Wamena Jayawijaya, Papua.
Editor Khairina

KOMPAS.com-Di Bandara Wamena, Papua, mulai Senin (23/9/2019) sekitar pukul 10.30 WIT, hingga batas waktu yang belum ditetapkan, tidak ada aktivitas penerbangan.

Operasional Bandara Wamena, Papua dihentikan sementara akibat aksi demo anarkis di ibukota Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Bandara Wamena Joko Harjani kepada Antara mengatakan, penghentian operasional bandara itu dengan menerbangkan tiga pesawat cargo yang sebelumnya berada di Bandara Wamena.

“Saat ini sudah tidak ada pesawat di bandara,” kata Joko, seperti ditulis Antara.

Baca juga: Kapolda Papua Sebut Kerusuhan di Wamena Dipicu Kabar Hoaks

Dia menambahkan, bandara akan dibuka bila ada permintaan dari pihak kepolisian atau militer.

Menurut Joko, Bandara Wamena yang terletak di Lembah Baliem setiap hari melayani 120 penerbangan dari dan ke Wamena.

"Tingginya aktivitas penerbangan itu disebabkan Wamena menjadi pintu masuk ke beberapa kota dan kampung di kawasan Pegunungan Tengah," jelas Joko.

Baca juga: Kerusuhan di Wamena, TNI-Polri Antisipasi Tindakan Anarkis Tak Meluas

Sementara itu, Kepala Bandara Sentani Anthonius Praptono mengakui dihentikannya penerbangan ke Wamena karena alasan keamanan.

“Memang benar penerbangan dari dan ke Wamena sudah dihentikan sementara tanpa batas waktu yang dipastikan. Setiap harinya sekitar 20 penerbangan ke Wamena dari Bandara Sentani,” katanya kepada Antara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Regional
Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Regional
Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Regional
Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Regional
Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Regional
Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X