PKB Sebut Kenaikan Cukai Rokok Cukup 12 hingga 15 Persen

Kompas.com - 23/09/2019, 08:37 WIB
Ilustrasi rokok ShutterstockIlustrasi rokok

SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut kebijakan kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran rokok sebesar 35 persen berdampak sistemik terhadap industri rokok di tanah air.

Kenaikan cukai rokok disebut cukup di angka 12-15 persen.

"DPP PKB mengusulkan agar besaran kenaikannya tidak mencapai 23 persen, tetapi cukup 12-15 persen, sehingga tidak menggoncangkan struktur industri hasil tembakau di Indonesia," ujar Ketua DPP PKB Dita Indah Sari, Senin (23/9/2019).

Dia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan rencana kenaikan cukai rokok tahun depan, karena berdampak sistemik terhadap industri rokok, terutama kepada petani tembakau dan tenaga kerja.


Baca juga: Cegah Kebakaran Gunung, Pendaki Akan Dilarang Bawa Rokok

DPP PKB, kata dia, telah menyerap aspirasi masyarakat di basis industri rokok di tanah air salah satunya di Sidoarjo, Minggu (22/9/2019) kemarin.

"Pada umumnya mereka meminta kenaikan tidak sampai 23 persen. Aspirasi ini akan disuarakan wakil rakyat PKB di parlemen," jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya. Mereka bahkan menyebut, angka kenaikan setiap tahun rata-rata hendaknya berkisar di angka 10 persen.

"Jika sampai 23 persen, kenaikan itu tidak masuk di akal dan tidak manusiawi," jelas Ketua Gapero Surabaya, Sulami Bahar.

Selain mengancam ekosistem pasar rokok, kenaikan cukai tersebut juga berpotensi kembali meramaikan peredaran rokok ilegal.

"Peredaran rokok ilegal dua tahun terakhir sudah menurun karena gencarnya penindakan dan kebijakan cukai yang moderat. Jika kenaikan cukai sampai 23 persen. Saya khawatir peredaran rokok ilegal bakal kembali ramai," ucapnya.

Seperti diberitakan, pemerintah memutuskan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen, mulai 1 Januari 2020, sesuai hasil rapat yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) lalu.

Baca juga: Cukai Rokok Naik 23 Persen Mulai 2020, Harga Eceran Naik 35 Persen

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ada tiga alasan pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan cukai rokok.

Pertama, tahun lalu cukai rokok tidak naik, sehingga dianggap wajar jika tahun depan diputuskan kenaikan lebih banyak.

Kedua, karena alasan kesehatan, pemerintah ingin menurunkan konsumsi rokok, dan ketiga pemerintah ingin mendongkrak penerimaan negara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X