Kisah Sukses Bank Sampah Hade Jaya, Berawal dari Banjir Bandang...

Kompas.com - 23/09/2019, 07:38 WIB
Para pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGPara pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019)

 

GARUT, KOMPAS.comBanjir bandang Sungai Cimanuk Garut pada 20 September 2016, masih meninggalkan luka pilu bagi banyak warga Garut.

Puluhan orang meninggal dunia hingga hilang. Ratusan kepala keluarga pun kehilangan tempat tinggal.

Namun, di balik kisah pilu dari banjir bandang Sungai Cimanuk, ada warga Garut yang bisa mengambil hikmah positif dari bencana tersebut.

Baca juga: Enam Daerah di Jabar Miliki Pusat Daur Ulang dan Bank Sampah Induk

Kesadaran untuk lebih peduli lingkungan, tumbuh di kalangan masyarakat Desa Cintaasih Kecamatan Samarang. Salah satu bentuknya adalah dengan membentuk bank sampah.

“Awal didirikan memang setelah banjir bandang Cimanuk, kami sadar banyak membuang sampah ke sungai, makanya dibentuklah bank sampah,” jelas Hendi Munawar, Direktur Bank Sampah Hade Jaya.

Bank Sampah Hade Jaya sendiri, didirikan di atas tanah yang disewa pengelola. Setiap dua minggu sekali, warga yang jadi nasabah bank sampah, menyetorkan sampah rumah tangga mereka setelah dipilah sesuai dengan jenisnya.

Jenis sampah juga akan menentukan berapa uang yang akan didapat dari tiap-tiap nasabah.

“Harganya beda-beda, paling mahal botol dan gelas air mineral, nanti semua dicatat di buku tabungan milik masing-masing warga,” katanya.

Hingga saat ini, menurut Hendi, Bank Sampah Hade Jaya sudah memiliki nasabah lebih dari 150 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga hingga santri.

Mereka menyetorkan sampah rumah tangganya ke bank sampah secara rutin.

“Tabungan dibuka setiap enam bulan sekali, tidak semuanya dijadikan uang, ada yang dicairkan dalam bentuk sembako,” jelas Hendi.

Baca juga: Melihat Suksesnya Bank Sampah di Purwodadi yang Dikelola Murid SMP

Dari enam bulan menyetorkan sampah rumah tangga, menurut Hendi, tiap-tiap nasabah bisa berbeda-beda saldonya, sesuai dengan banyak dan jenis sampah yang disetorkan.

Namun, rata-rata tiap nasabah paling besar bisa mendapatkan saldo hingga Rp 500 ribu per enam bulan.

Selain memberikan keuntungan ekonomi, menurut Hendi, keberadaan bank sampah juga sedikit banyak mulai mengubah pola hidup masyarakat dalam membuang sampah.

Jika biasanya membuang sampah ke sungai, saat ini dipilah dan dikumpulkan untuk diserahkan ke bank sampah.

Hendi mengakui, lokasi bank sampah Hade Jaya memang jauh dari sungai Cimanuk. Namun, dari bencana tersebut masyarakat tersadar pentingnya menjaga kebersihan sungai, termasuk saluran-saluran air yang ada di kampungnya.

“Ada Sungai Cikamiri yang bermuara ke Cimanuk, dulu juga ikut banjir saat Cimanuk banjir,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Uu Saepudin mengakui, keberadaan bank sampah di masyarakat, memang sedikit banyak membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah.

Apalagi, saat ini satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di Kabupaten Garut kapasitasnya sudah penuh.

Selain penuh, menurut Uu pola penanganan sampah di TPA pun masih bersifat ditumpuk yang sebenarnya secara aturan sudah tidak diperbolehkan.

Karenanya, pihaknya mulai tahun 2020 akan mencoba pengelolaan sampah model baru seperti sanitary landfill.

“Iya memang sudah penuh, makanya nanti ada perluasan dan metoda pengelolaan yang baru, model sanitary landfill,” katanya.

Uu menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup sendiri, akan mencoba membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan di mana nantinya semua Puskesmas memiliki bank sampah untuk menampung sampah dari masyarakat.

“Ini ada kaitannya ternyata dengan indeks kesehatan masyarakat, makanya kita akan kerjasama dengan Dinas Kesehatan agar tiap Puskesmas juga punya bank sampah,” katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X