Kisah Sukses Bank Sampah Hade Jaya, Berawal dari Banjir Bandang...

Kompas.com - 23/09/2019, 07:38 WIB
Para pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGPara pengurus Bank Sampah Hade Jaya saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhamul Ulum, Minggu (22/09/2019)

“Tabungan dibuka setiap enam bulan sekali, tidak semuanya dijadikan uang, ada yang dicairkan dalam bentuk sembako,” jelas Hendi.

Baca juga: Melihat Suksesnya Bank Sampah di Purwodadi yang Dikelola Murid SMP

Dari enam bulan menyetorkan sampah rumah tangga, menurut Hendi, tiap-tiap nasabah bisa berbeda-beda saldonya, sesuai dengan banyak dan jenis sampah yang disetorkan.

Namun, rata-rata tiap nasabah paling besar bisa mendapatkan saldo hingga Rp 500 ribu per enam bulan.

Selain memberikan keuntungan ekonomi, menurut Hendi, keberadaan bank sampah juga sedikit banyak mulai mengubah pola hidup masyarakat dalam membuang sampah.

Jika biasanya membuang sampah ke sungai, saat ini dipilah dan dikumpulkan untuk diserahkan ke bank sampah.

Hendi mengakui, lokasi bank sampah Hade Jaya memang jauh dari sungai Cimanuk. Namun, dari bencana tersebut masyarakat tersadar pentingnya menjaga kebersihan sungai, termasuk saluran-saluran air yang ada di kampungnya.

“Ada Sungai Cikamiri yang bermuara ke Cimanuk, dulu juga ikut banjir saat Cimanuk banjir,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Uu Saepudin mengakui, keberadaan bank sampah di masyarakat, memang sedikit banyak membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah.

Apalagi, saat ini satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang ada di Kabupaten Garut kapasitasnya sudah penuh.

Selain penuh, menurut Uu pola penanganan sampah di TPA pun masih bersifat ditumpuk yang sebenarnya secara aturan sudah tidak diperbolehkan.

Karenanya, pihaknya mulai tahun 2020 akan mencoba pengelolaan sampah model baru seperti sanitary landfill.

“Iya memang sudah penuh, makanya nanti ada perluasan dan metoda pengelolaan yang baru, model sanitary landfill,” katanya.

Uu menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup sendiri, akan mencoba membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan di mana nantinya semua Puskesmas memiliki bank sampah untuk menampung sampah dari masyarakat.

“Ini ada kaitannya ternyata dengan indeks kesehatan masyarakat, makanya kita akan kerjasama dengan Dinas Kesehatan agar tiap Puskesmas juga punya bank sampah,” katanya. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Regional
Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Regional
Kelompok 'Banteng Lawas' Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Kelompok "Banteng Lawas" Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Regional
Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Regional
Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Regional
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

Regional
Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Regional
30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

Regional
Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Menyoal Mayat Perempuan Hangus Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo, Ada Selotip di Tangan dan Luka di Dahi

Regional
'Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya'

"Saya Percaya Kematian Anak Saya Tak Sia-sia karena Membela Ibunya"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X