Kompas.com - 23/09/2019, 07:12 WIB
Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpapar kabut asap. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama. Rony MuharrmanSatgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpapar kabut asap. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, belum teratasi. Kebakaran lahan gambut tersebut, sudah terjadi selama sepekan.

Hingga Minggu (22/9/2019) malam pukul 20.00 WIB, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api.

Tak hanya petugas pemadam, warga setempat juga turut membantu.

"Malam ini kami masih melakukan pemadaman, karena dalam kondisi urgent, yakni dekat dengan rumah warga. Di sini ada tim dari BPBD Riau, TNI, Manggala dan masyarakat," sebut Kasi Distribusi dan Logistik BPBD Riau Suarfianto saat diwawancarai Kompas.com di lokasi karhutla, Minggu malam.

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.

Baca juga: Kebakaran Hutan Hanguskan Kebun Cengkih Milik Warga di Ambon

Menurut dia, pada Sabtu (21/9/2019) sore, api sudah berhasil dipadamkan.

Namun, hari ini petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa api kembali muncul yang mengeluarkan asap.

Sehingga, petugas kembali berjibaku memadamkan api hingga malam ini. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi api merembet ke permukiman warga.

Apalagi, salah satu rumah warga sangat dekat dengan titik api, berjarak sekitar 15 meter.

Suarfianto mengaku, petugas terkendala sumber air untuk memadamkan api. Karena, sumber air yang ada di sekitar lokasi sudah habis digunakan untuk pemadaman sebelumnya.

"Kesulitan kita memang sumber air. Tadi kita mengangkut air dengan mobil tangki," ujarnya.

Sementara itu, pemadaman karhutla di malam hari cukup beresiko bagi petugas. Untuk itu, petugas harus waspada agar tidak terperosok ke dalam gambut yang masih ada bara api.

"Kalau malam hari kami memang harus lebih waspada. Karena ini lahan gambut yang cukup dalam," sebutnya.

Baca juga: Sudah 2 Pekan, Kebakaran Hutan di Pulau Seram Belum Teratasi

Kebakaran lahan gambut ini, terus mengeluarkan asap yang sangat pekat hingga menyelimuti permukiman warga.

Sebagaimana diketahui, kabut asap yang melanda Riau saat ini, adalah akibat karhutla. Terutama kebakaran lahan gambut, yang terjadi disejumlah wilayah di Riau.

Terlebih, diperparah asap karhutla dari wilayah Jambi dan Sumsel. Sehingga, dampak kabut asap membuat masyarakat tersiksa.

Kini, masyarakat mengeluhkan batuk, sesak napas, pusing, iritasi mata maupun muntah-muntah.

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X