Menteri Muhadjir: Muhammadiyah Organisasi Paling Berwarna dan Terbuka...

Kompas.com - 22/09/2019, 07:14 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri pelantikan PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Sabtu (21/9/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri pelantikan PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Sabtu (21/9/2019)

MEDAN, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut periode 2018-2022 di ballroom Hotel Grand Mercure Medan.

Dalam sambutannya, dia mengatakan, pemuda di Muhammadiyah merupakan level yang paling kompleks.

Organisasi otonom yang paling berwarna ada Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, ikatan mahasiswa, pelajar, dan banyak lagi. 

"Muhammadiyah adalah organisasi paling berwarna dan terbuka, membuat orang-orangnya sukses dan berpotensi naik ke level yang lebih tinggi. Level ini adalah melting point karena berasal dari banyak elemen,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, Sabtu (21/9/2019).

Baca juga: Ketua Komisi VIII: Masukan Muhammadiyah soal RUU Pesantren Tetap Diakomodasi

“Sangat terbuka terutama di level pemuda, siapapun bisa masuk asal Islam. Di sinilah pembentukan kader yang utama karena itu kita juga perlu hati-hati dan waspada untuk meminimalisir risiko,” tambahnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang juga hadir mengatakan, organisasi Muhammadiyah sudah lahir dan berkiprah di tengah masyarakat sebelum kemerdekaan Indonesia.

Hingga kini pergerakannya masih dibutuhkan dan ditunggu masyarakat, termasuk masyarakat Sumut.

Untuk itu, Edy berharap pengurus yang baru dilantik bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat. 

“Selamat kepada pengurus yang dilantik. Masyarakat butuh pergerakan Anda-anda semua, tunjukkan pergerakan kalian mulai dari daerah masing-masing,” katanya.

Muhammadiyah harus lebih baik lagi karena zaman sudah sangat berbeda dengan 30 tahun lalu. Lahir di zaman penjajahan, zaman yang sulit namun Muhammadiyah bisa ikut memperjuangkan kemerdekaan. 

"Sekarang zaman berubah, tidak sesulit dulu, harus bisa mengembangkan Muhammadiyah jauh lebih baik lagi," ucap Edy.

Baca juga: Ketum PP Muhammadiyah: Menangani Papua Tidak Bisa Instan

Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Amrizal mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan akan bekerja sekuat tenaga bersama pengurus lain membangun Muhammadiyah dan masyarakat Sumut.

Mengutip ucapan Edy, dia bilang akan mendahulukan kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan pribadi. 

“Kita akan menjadi mitra pemerintah, memberikan kritikan dan solusi agar Sumut lebih maju lagi,” katanya.  

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Regional
Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Regional
UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

Regional
Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Regional
Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Regional
6 Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren di Wonogiri Positif Covid-19

6 Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren di Wonogiri Positif Covid-19

Regional
Gelar Rapid Test Massal, 19 Dosen Unhas Reaktif Covid-19

Gelar Rapid Test Massal, 19 Dosen Unhas Reaktif Covid-19

Regional
Sekolah Tatap Muka di Sukabumi Belum Bisa Dilaksanakan 13 Juli 2020

Sekolah Tatap Muka di Sukabumi Belum Bisa Dilaksanakan 13 Juli 2020

Regional
Tambah 132 Pasien, Positif Covid-19 di Sulut Kini 1.561 Kasus

Tambah 132 Pasien, Positif Covid-19 di Sulut Kini 1.561 Kasus

Regional
Gubernur Khofifah Tak Ikut Iring-iringan Mobil Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono

Gubernur Khofifah Tak Ikut Iring-iringan Mobil Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono

Regional
Seorang Anggota DPRD Rembang Terinfeksi Covid-19

Seorang Anggota DPRD Rembang Terinfeksi Covid-19

Regional
Pakai Foto Palsu Pria Tampan di Facebook, Kuli Bangunan Cabuli Siswi SMP

Pakai Foto Palsu Pria Tampan di Facebook, Kuli Bangunan Cabuli Siswi SMP

Regional
Kakak Adik Gunakan Mobil Ayah untuk Mencuri Sepeda Motor

Kakak Adik Gunakan Mobil Ayah untuk Mencuri Sepeda Motor

Regional
Kapal Bermuatan Kayu Tenggelam di Sinjai, 5 ABK Selamat 2 Hilang

Kapal Bermuatan Kayu Tenggelam di Sinjai, 5 ABK Selamat 2 Hilang

Regional
2 Pria Ditangkap Setelah Ketahuan Berhubungan Intim di Tempat Suci

2 Pria Ditangkap Setelah Ketahuan Berhubungan Intim di Tempat Suci

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X