Kompas.com - 22/09/2019, 06:48 WIB
Dua anak dari korban Lily Wahidin yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) berpose dengan memegang foto kedua orang tuanya di kediamannya di Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (17/09/2019) KOMPAS.com/YAMIN ABDUL HASANDua anak dari korban Lily Wahidin yang duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) berpose dengan memegang foto kedua orang tuanya di kediamannya di Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (17/09/2019)

TERNATE, KOMPAS.com - Tri Cahyo Edy Prasetyo menghilang tanpa kabar sejak Lily Wahidin (28) tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Ternate, Maluku Utara, meninggal di Malaysia.

Adapun, Prasetyo merupakan orang yang merekrut Lily untuk bekerja di Malaysia.

Kompas.com mencoba menelusuri keberadaan Prasetyo di Jalan Lingkungan Marikurubu RT 008/RW 004, Kelurahan Marikurubu, Kota Ternate, pada Sabtu (21/9/2019).

Namun, Kepala perwakilan PT Maharani Tri Utama Mandiri itu ternyata tidak lagi tinggal di lokasi tersebut.

Beberapa hari pasca kematian Lily, Prasetyo disebut kabur tanpa meninggalkan pesan. Kamar yang selama ini menjadi tempat tinggalnya juga terlihat kosong.

Mahrus Adam, suami Lily, mengaku sempat ke kantor PT Maharani Tri Utama Mandiri untuk menemui Prasetyo.

Namun, Mahrus juga tidak menemukan Prasetyo.

Padahal, kedatangan Mahrus tersebut untuk membicarakan kasus kematian istrinya di Malaysia, yang dinilai terdapat kejanggalan.

Baca juga: Kejanggalan TKW Lily, Tanda Tangan Dipalsukan hingga Organ Tubuh Diduga Diambil

“Saya dapatkan kabar sejak tanggal 9 September 2019, Prasetyo tidak lagi terlihat. Barang-barangnya juga sudah tidak ada,” kata Mahrus.

Sementara itu, Ketua RT 008 Ramlan mengakui bahwa Prasetyo tinggal di lingkungannya sudah hampir setahun terakhir.

Menurut Ramlan, sejak awal Prasetyo mengaku kepadanya bahwa ia punya bidang usaha perekrutan tenaga kerja, dengan negara tujuan Malaysia.

“Bahkan saya sempat diajak, bisa bantu carikan orang jika ada yang mau bekerja jadi TKW. Tapi masih pikir, jangan-jangan ilegal atau lain sebagainya, ada apa-apa saya yang jadi sasaran,” kata Ramlan, saat ditemui di kediamannya, Sabtu.

Meski demikian, menurut Ramlan, sejak awal tidak ada satupun papan nama ataupun spanduk usaha yang dipampang di depan rumah.

Prasetyo juga selama ini hanya tinggal sendiri, tidak ada karyawan atau siapa saja yang menemaninya untuk membantu tugas-tugasnya.

Ramlan menambahkan, pada beberapa waktu lalu, Prasetyo mencari orang lain untuk melanjutkan kontrakannya itu tanpa sepengetahuannya.

“Dia (Prasetyo) ambil uang dari orangtua sekitar Rp 3 juta kalau tidak salah, kemudian pergi entah ke mana,” kata Ramlan.

Bahkan, Ramlan mengaku tidak mengetahui sama sekali saat Prasetyo meninggalkan kontrakan.

Awal bertemu Lily

Mahrus Adam mengatakan, istrinya bertemu dengan Prasetyo sekitar Juli 2019.

Saat itu pihak PT Maharani Tri Utama Mandiri melalui kantor cabangnya di Kota Ternate mengunggah di media sosial Facebook mengenai lowongan pekerjaan sebagai TKW ke Malaysia.

Dalam pengumuman itu, semua tertera dengan jelas, mulai dari persyaratan hingga lamanya kontrak kerja.

Pihak perekrut tenaga kerja juga mencantumkan gaji di Malaysia sebesar 1.100 ringgit atau Rp 3,7 juta per bulan.

“Melihat pengumuman itu, istri saya bilang, bagaimana saya bekerja di Malaysia,” kata Mahrus.

Setelah disetujui suaminya, Lily pun mengumpulkan semua berkas yang diminta sesuai persyaratan. Mulai dari ijazah, surat keterangan domisili, paspor, surat persetujuan pihak keluarga hingga surat pemeriksaan kesehatan yang menyatakan Lily dalam keadaan sehat.

Setelah semuanya terkumpul, Lily pun menuju kantor cabang PT Maharani Tri Utama Mandiri yang ada di Kelurahan Marikurubu, Kota Ternate.

Di sana, dia ditemui oleh Prasetyo.

Setelah semuanya beres dan berkas dinyatakan lengkap oleh pihak perusahaan, persiapan keberangkatan pun dimulai.

“Keberangkatan dari daerah semuanya difasilitasi pihak perusahaan, mulai dari tiket dan sebagainya, dan Lily hanya satu tas ransel,” ujar Mahrus.

Pada 13 Juli 2019, Lily berangkat sendiri dari Kota Ternate menuju Jakarta.

Setelah tiba, Lily dijemput oleh sopir pihak perusahaan PT Maharani Tri Utama Mandiri.

Lily kemudian dibawa ke Bekasi, Jawa Barat, untuk dilakukan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik perusahaan, sebelum akhirnya diberangkatkan ke negara tujuan bekerja.

“Di sana juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya bagus,” kata Mahrus.

Setelah pembekalan selesai, pada 28 September 2019, Lily berangkat ke Penang, Malaysia, bersama dua rekannya dari Ambon, Maluku, dengan menggunakan pesawat dari Jakarta.

Baca juga: Kronologi Pertemuan TKW Lily dengan Pihak Perusahaan hingga Tewas di Malaysia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X