Kasus Pencabulan Santri, Pimpinan dan Guru Pesantren Segera Diadili di Aceh

Kompas.com - 22/09/2019, 06:10 WIB
Suasana Pesantren AN, yang tutup di Jalanan Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (22/7/2019) KOMPAS.com/MASRIADISuasana Pesantren AN, yang tutup di Jalanan Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (22/7/2019)


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe menyatakan, berkas perkara untuk dua tersangka pencabulan, yakni pimpinan pesantren dan guru mengaji di Pesantren AN telah lengkap.

Masing-masing tersangka berinisial AI dan MY akan segera diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang diduga mencabuli para santri.

Kepala Seksi Intel dan Hubungan Masyarakat Kejari Lhokseumawe Miftahuddin mengatakan, tim jaksa penuntut umum dalam kasus itu sudah selesai meneliti kelengkapan berkas.

Hasilnya, seluruh berkas yang diterima dari penyidik Polres Lhokseumae dinyatakan lengkap.

Informasi kelengkapan berkas itu pun telah disampaikan ke Polres Lhokseumawe.

"Pasal yang didakwakan yakni Pasal 47 jo Pasal 50 jo Pasal 63 ayat (3) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Kita jadwalkan penerimaan tersangka dan barang bukti dari penyidik polisi,"kata Miftahuddin, Sabtu (21/9/2019).

Baca juga: Terjadi Lagi, Belasan Santri Putri Diduga Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang membenarkan informasi kelengkapan berkas perkara tersebut.

"Pelimpahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum diagendakan pada 24 September 2019," kata Indra.

Diberitakan sebelumnya, pimpinan Pesantren AN dan seorang guru diduga mencabuli santri yang seluruhnya laki-laki.

Dari 15 korban, sebanyak 6 di antaranya telah diperiksa oleh penyidik polisi.

Meski demikian, kedua tersangka membantah melakukan tindakan tercela tersebut.

Sementara itu, kini pesantren tersebut sudah pindah lokasi ke Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X