Polres Tulang Bawang Ringkus Perampok Spesialis Rumah Mewah

Kompas.com - 21/09/2019, 20:20 WIB
Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi (kiri tengah) menanyai residivis perampokan, Alamsyah (kanan berbaju tahanan), Sabtu (21/9/2019). Alamsyah adalah satu dari empat orang gerombolan perampok sadis di Tulang Bawang. (Foto: Humas Polres Tulang Bawang). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi (kiri tengah) menanyai residivis perampokan, Alamsyah (kanan berbaju tahanan), Sabtu (21/9/2019). Alamsyah adalah satu dari empat orang gerombolan perampok sadis di Tulang Bawang. (Foto: Humas Polres Tulang Bawang).

LAMPUNG, KOMPAS.com – Personel Polres Tulang Bawang, Lampung, baru-baru ini meringkus perampok bersenjata api dan senjata tajam spesialis rumah mewah.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, tersangka perampok yang diringkus atas nama Alamsyah (38) warga Kampung Kejadian, Kabupaten Mesuji.

Alamsyah diringkus di salah satu rumah persembunyiannya di Tiyuh Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

"Tersangka ini residivis kasus pencurian dengan kekerasan. Sudah empat kali masuk penjara dengan kejahatan yang sama, yakni pada 2001–2002 di Lapas Kotabumi, 2004–2005 di Lapas OKI, Sumsel, 2005–2010 dan 2014–2015 di Lapas Menggala," kata Syaiful, Sabtu (21/9/2019).

Baca juga: Usia Baru 14 Tahun, Remaja Ini Sudah Jadi Perampok

Alamsyah biasa melakukan aksinya bersama tiga rekannya. Kelompoknya dikenal sadis dan tak segan- segan melukai korbannya apabila merasa terdesak atau melawan.

Syaiful mengatakan, tiga orang anggota kelompok Alamsyah sudah diamankan terlebih dahulu. Ketiga anak buah Alamsyah masing-masing bernama Sigit ditahan di Lapas Menggala) serta Parman dan Agus, keduanya tewas karena melawan saat ditangkap.

Kelompok Alamsyah merupakan perampok spesialis rumah mewah. Targetnya, seluruhnya pengusaha kaya di daerahnya.

Berdasarkan keterangan Alamsyah yang dicocokkan dengan laporan polisi, mereka enam kali merampok rumah di wilayah Tulang Bawang Barat dan Bengkulu.

Baca juga: Rumah Mewah Nia Ramadhani, Pernah Nyasar hingga Tempat Tidur 4 Meter

Tahun 2012, mereka merampok rumah pengusaha di Kecamatan Banjar Agung dan Kampung Tri Tunggal Kecamatan Gedung Aji Baru, Tulang Bawang.

Kemudian pada 2013, gerombolan ini merampok sebuah toko dan dua pengusaha karet di Kecamatan Way Kenanga, Tulang Bawang Barat. Kemudian pada 2017, merampok toko emas Arga Makmur di Bengkulu dan menggondol 2,5 kilogram emas dan uang tunai sebanyak Rp 500 juta.

Modus yang digunakan yakni dengan melakukan survei lokasi perampokan lalu memetakan jalur masuk dan keluar. Pada saat beraksi, ada satu orang yang mengawasi lokasi.

Baca juga: Duduk Perkara Perampokan Rumah Makan Gratis, Terekam CCTV hingga Uang Modal Tidak Diambil

"Setelah mendobrak masuk, mereka menodong korban dengan senjata api rakitan lalu mengikat dan menutup mulut korban. Jika korban melawan, komplotan ini tidak segan-segan melukai korbannya," kata Syaiful.

Alamsyah dan rekannya dijerat Pasal 365 ayat 2 ke 2 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendapat Ahli soal Fenomena Ikan dan Biota Laut yang Mati di Maluku

Pendapat Ahli soal Fenomena Ikan dan Biota Laut yang Mati di Maluku

Regional
Dua Pembunuh Sopir Mobil Rental di Garut Divonis Hukuman Mati

Dua Pembunuh Sopir Mobil Rental di Garut Divonis Hukuman Mati

Regional
Adiknya Disinggung di Medsos, 7 Pemuda Aniaya Juru Parkir di Makassar hingga Tewas

Adiknya Disinggung di Medsos, 7 Pemuda Aniaya Juru Parkir di Makassar hingga Tewas

Regional
'Saya Ingin Berbagi dengan Mereka yang Sama-sama Kehilangan Kakinya Seperti Saya'

"Saya Ingin Berbagi dengan Mereka yang Sama-sama Kehilangan Kakinya Seperti Saya"

Regional
Kondisi Membaik, Kapolsek Menes, Polisi yang Ditusuk Saat Menolong Wiranto Tinggalkan RS

Kondisi Membaik, Kapolsek Menes, Polisi yang Ditusuk Saat Menolong Wiranto Tinggalkan RS

Regional
Polisi Periksa Tersangka Kasus Penyunatan Gaji 175 Veteran di Tabanan

Polisi Periksa Tersangka Kasus Penyunatan Gaji 175 Veteran di Tabanan

Regional
Diduga Gangguan Jiwa, Pria di Takalar Menebas Leher Seorang Kakek

Diduga Gangguan Jiwa, Pria di Takalar Menebas Leher Seorang Kakek

Regional
Fakta di Balik Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Pemberlakuan Tarif Tak Disosialisasikan

Fakta di Balik Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Pemberlakuan Tarif Tak Disosialisasikan

Regional
Keroyok Sipir, 3 Napi Lapas Sabang Aceh Kabur

Keroyok Sipir, 3 Napi Lapas Sabang Aceh Kabur

Regional
Diduga Keracunan Bubur Ayam, 14 Warga Kota Soe Dirawat di RS

Diduga Keracunan Bubur Ayam, 14 Warga Kota Soe Dirawat di RS

Regional
Dua Warganya Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak, Ini Kata Bupati Karawang

Dua Warganya Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak, Ini Kata Bupati Karawang

Regional
Benarkah Kopi Liberika Bisa Jadi Obat Perut dan Asam Urat?

Benarkah Kopi Liberika Bisa Jadi Obat Perut dan Asam Urat?

Regional
Terpapar Kabut Asap Ekstrem, 500 Sekolah di Palembang Diliburkan

Terpapar Kabut Asap Ekstrem, 500 Sekolah di Palembang Diliburkan

Regional
Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Longsor Batu di Purwakarta, Pemprov Jabar Tunggu Hasil Investigasi

Regional
Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X