Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala

Kompas.com - 21/09/2019, 19:55 WIB
Zakarias Demon Daton,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Seorang bandar narkoba tewas tertembak di kepala saat hendak ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Timur, Jumat (20/9/2019).

Tewasnya pelaku bernama Irwan alias Wawan Bin Daeng Tutu terjadi saat kejar-kejaran dengan anggota BNN Kaltim.

Kejadian itu bermula saat petugas bernama Bripka Effendy yang mengendarai sepeda motor mengejar mobil yang dikendarai Irwan.

Selain Irwan, mobil juga ditumpangi pelaku lainnya berinisial DT dan I dan satu pelaku yang tidak disebutkan namanya. 

Baca juga: Kejar-kejaran dengan BNN Kaltim, Mobil Bandar Sabu Berakhir di Parit

Saat dipepet, Effendy mengarahkan pistolnya ke Irwan sambil meminta pelaku berhenti. Saat kejar-kejaran itu, kaca mobil pelaku terbuka.

Karena tak mau berhenti, Effendy berusaha melumpuhkan Irwan dengan menembak pahanya. Namun, tembakan malah mengenai kepala Irwan.

Effendy mengaku hal itu terjadi karena pelaku berupaya merebut pistol miliknya hingga terjadi tarik menarik. 

"Setelah kejadian itu mobilnya nyungsep ke parit di simpang empat Sempaja. Kita evakuasi ke rumah sakit tadi malam tapi (Sabtu dini hari) meninggal," ujar Humas BNN Kaltim Haryoto saat ditemui di kamar jenazah RSUD AW Syaharie, Sabtu (21/9/2019).

Haryoto menjelaskan, pelaku sudah dibuntuti petugas sejak Jumat sore.

Baca juga: Kronologi Mobil Bandar Sabu Masuk Parit, Sempat Makan Siang di Warung Sebelum Ambil Narkoba di Samarinda

Pelaku mengambil narkoba jenis sabu di Jalan Juanda dengan mengendarai mobil Ayla. Saat tahu dibuntuti pelaku langsung membuang barang haram itu di bawah jalan layang Juanda. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com