Zona Kosmopolitanisme, Ketegangan Kota, dan Seni Rupa Kalimantan

Kompas.com - 21/09/2019, 16:10 WIB
Misbach Thamrin, Save Meratus, 2019. Dok Misbach ThamrinMisbach Thamrin, Save Meratus, 2019.

KOSMOPOLATINISME sebagai sebuah konsep ideologi tentang masyarakat yang maju, mewadahi berbagai tinjauan kritis dalam sejarah peradaban.

Konsep ini menyerap baik dalam sudut pandang filosofis, sosiologis, kepentingan-kepentingan ekonomis maupun perspektif politik sampai muatan moral.

Para ilmuwan setuju jika kosmopolitanisme adalah sebentuk keyakinan atas dinamika warga majemuk yang berkomitmen tentang ruang hidup bersama. Sebuah komunitas yang ingin berbagi dalam kesetaraan.

Perspektif moral kemudian menjadi dominan, yang diterjemahkan sebagai upaya warga saling memanusiakan sesama manusia. Kayuh Baimbai, sebuah frasa lokal etnik Banjar seterusnya menjadi bingkai kuratorial dalam zonasi yang ditawarkan dengan tafsiran beragam oleh para seniman.

Apakah benar, warga Kalimantan, di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin atau Pontianak yang inklusif dan daerah yang telah maju, baik pada peradaban masa lalunya dan kini meyakini cita-cita orang-orang kosmopolit atau menerima begitu saja bingkai pengertian konsep gotong royong ala Kayuh Baimbai itu yang disodorkan?

Warga kota, bahkan setiap warga kota-kota besar di dunia, tentu menempuh jalan pahit dan berliku, mempertahankan segugus abstraksi ingatan dan tempat yang dihuni oleh keberagaman.

Mereka mengalami ketegangan-ketegangan, bahkan ancaman konflik nilai-nilai, perebutan ruang, yang mendominasi atau yang terekslusi, sebelum konsensus diterima.

Tensi tersebut, dalam olah visual para seniman pada Pameran Besar Seni Rupa 2019 ini adalah gubahan ketegangan tentang tumpang tindih negosiasi para agen, atau individu-individu berpengaruh dalam gelanggang terbuka diantara kelompok-kelompok yang memiliki relasi kuasa atas modal ekonomi, sosial serta kultural di kota.

Meminjam konsep Bourdieu-an, faktor-faktor etnistitas, kaum-kerabat, puak yang berelasi dalam patronase berkelindan secara laten, dengan dominasi kepentingan ekonomi yang secara pelan membentuk kuasa simbolik yang merepresi.

Daniel Lie, The Game World of All Time, Cat Minyak Kanvas-100x150 cm-2019Dok Daniel Lie Daniel Lie, The Game World of All Time, Cat Minyak Kanvas-100x150 cm-2019
Tak heran, para seniman gemar menggambarkan isu-isu kerusakan ekologis, konflik kultural yang laten, tantangan disintegratif, proyek-proyek dehumanisasi sebagai strategi pembongkaran yang simbolik-represif tadi. Karya-karya juga menampilkan tantangan akut di era konektifitas siber, seperti hoaks, dll.

Kerusakan Ekologis dan Konektivitas Siber

Agung Eko Yulianto, perupa dari Kalimantan Utara, secara tajam sekaligus indah, menggambarkan realitas pembantaian makhluk hidup yang terjadi di Indonesia, utamanya Kalimantan, secara sistematis terhadap satwa endemik, dengan judul Genocida di Borneo.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X