Polda Riau Sudah Tetapkan 53 Tersangka Karhutla

Kompas.com - 21/09/2019, 11:37 WIB
Kabut asap akibat karhutla, sangat pekat menyelimuti jalan lintas Riau-Sumbar di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.COM/IDONKabut asap akibat karhutla, sangat pekat menyelimuti jalan lintas Riau-Sumbar di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (20/9/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Daerah Riau telah menetapkan puluhan pelaku perorangan dan satu perusahaan sebagai tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data hingga Kamis (19/9/2019), Polda Riau telah menetapkan 53 tersangka karhutla. Satu di antaranya perusahaan sawit PT SSS yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan.

Hingga saat ini, petugas juga masih melakukan penyelidikan sejumlah kasus karhutla di Riau.

"Jajaran Polda Riau sudah menetapkan 52 tersangka perorangan dan 1 tersangka korporasi," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/9/2019).

Dia menerangkan, penetapan pelaku sebagai tersangka merupakan hasil dari penyelidikan tindak pidana karhutla sebanyak 51 kasus.

Sementara itu, dari 53 tersangka, sebanyak 30 kasus masih dalam penyidikan kepolisian.

"Satu kasus sudah P21. Kemudian 4 kasus tahap satu dan 16 kasus tahap dua, sedangkan  luas areal yang dibakar para tersangka seluas 1.017,795 hektar," kata Sunarto.

Baca juga: Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Dia menambahkan, seluruh jajaran Polres di Riau sudah berhasil menangkap dan menetapkan pelaku karhutla sebagai tersangka.

Misalnya, jajaran Polres Rokan Hilir (Rohil) yang paling banyak menangkap tersangka karhutla sebanyak 9 orang. Kemudian Polres Bengkalis dan Polres Dumai yang sama-sama menangkap 8 tersangka.

Begitu pula dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau yang sudah menetapkan satu perusahaan sebagai tersangka. Perusahaan sawit itu terbukti lalai menjaga lahan dari kebakaran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X