Fakta Ambulans Tabrak Truk di Tol Pejagan-Pemalang, Sopir Diduga Ngantuk hingga Terseret 200 Meter

Kompas.com - 21/09/2019, 10:20 WIB
Anggota Satlantas Polres Tegal memeriksa kondisi ambulans yang ringsek dan menewaskan lima penumpangnya di Exit Tol Adiwerna Kabupaten Tegal, Kamis (19/9/2019) Dok. Satlantas Polres TegalAnggota Satlantas Polres Tegal memeriksa kondisi ambulans yang ringsek dan menewaskan lima penumpangnya di Exit Tol Adiwerna Kabupaten Tegal, Kamis (19/9/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kecelakaan terjadi di ruas Tol Pejagan-Pemalang Km 300+400, Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis (19/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ambulans jenazah Gran Max nomor polisi B 8702 CW menabrak truk Hino nomor polisi B 9562 UIU di jalur A ke arah timur.

Lima orang yang ada di dalam ambulans tewas saat kecelakaan.

Berikut 6 fakta kecelakaan ambulans tabrak truk tersebut:


Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

1. Penumpang ambulans tewas

Kasat Lantas Polres Tegal AKP M Adiel Aristi mengatakan lima orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Empat orang meninggal dunia di lokasi kecelakaan dan satu orang meninggal saat dibawa ke rumah sakit karena luka berat di bagian kepala.

Menurut AKP M Adiel, korban meninggal dunia adalah para penumpang dan pengemudi di mobil jenazah itu.

“Kecelakaan antara mobil ambulans pengangkut jenazah dan truk terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Pengemudi mobil jenazah dan tiga penumpang meninggal di lokasi kejadian. Seorang lagi meninggal di rumah sakit,” katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis malam.

Para korban meninggal dunia kini dibawa ke RS Siaga Medika Kabupaten Pemalang.

Lima korban meninggal yaitu Satimun (28), Imam (40), Rohmadi (40), Nasid (37), dan Sarjito (22). Seluruh korban merupakan warga Tangerang Selatan.

Mereka adalah 3 penumpang dan 1 sopir serta 1 asisten sopir mobil ambulans.

Baca juga: Ambulans Tabrak Truk di Tol Pejagan-Pemalang, 5 Tewas

2. Diduga sopir ngantuk

Rumah duka Imam Muflih Nurfatahilah (19) di Perumahan Griya Serpong Asri, Desa Suradita Rt 01/05, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/9/2019). Imam merupakan korban kecelakaan maut di Klaten, Jawa Tengah.KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI Rumah duka Imam Muflih Nurfatahilah (19) di Perumahan Griya Serpong Asri, Desa Suradita Rt 01/05, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/9/2019). Imam merupakan korban kecelakaan maut di Klaten, Jawa Tengah.
Kasat Lantas Polres Tegal AKP M Adiel Aristo mengatakan, kecelakaan diduga karena sopir ambulans mengantuk.

Kendaraan yang dipacu di lajur kanan oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang truk Hino.

“Mobil ambulans itu di kanan terus. Semakin ke kiri, ke kiri dan menabrak bagian belakang truk tronton. Keterangan saksi awal, dugaan sementara sopir mengantuk,” kata Adiel, saat dihubungi, Jumat (19/9/2019).

Ari, salah satu saksi mata dan kerabat korban, mengatakan mobil ambulans melaju kencang saat melewati jalan tol.

Setelah itu, ambulans tiba-tiba oleng dan menabrak truk.

"Saat itu kami berada di mobil lain mengikuti ambulans. Saya lihat kecepatan ambulans di jalan tol sebelum menabrak itu 100 km/jam," ungkap Ari.

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Ambulans Tabrak Truk hingga Sebabkan 5 Penumpang Asal Tangsel Tewas

3. Pengantar jenazah

Ilustrasi ambulansShutterstock Ilustrasi ambulans
Ambulans yang menabrak truk Hino adalah ambulans pengantar jenazah. Hal tersebut dijelaskan Kasat Lantas Polres Tegal AKP M Adiel Aristo.

Menurutnya, kelima korban dalam ambulans sebelumnya bertolak dari Jakarta menuju Klaten, Jawa Tengah, dengan membawa jenazah.

Kecelakaan terjadi saat mereka ke Klaten pada Kamis (18/9/2019) sore.

Ambulans Gran Max nomor polisi B 8702 CW menabrak truk Hino nomor polisi B 9562 UIU di jalur A ke arah timur.

Ari, saksi mata yang juga kerabat korban tewas bernama bernama Sarjito dan Rohmandi, mengatakan dirinya dan sejumlah pelayat mencoba menolong korban di dalam ambulans.

Saat kecelakan terjadi, saksi mata dan kerabat lainnya berada di mobil yang berbeda.

"Ada yang masih bernapas tapi penumpang yang berada di belakang mobil tergencet sehingga kami harus menunggu petugas," katanya Jumat (20/9/2019) siang.

Sementara pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kepastian kecelakaan itu.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Ambulans Tabrak Truk di Tol Pejagan-Pemalang, 5 Tewas

4. Tersangkut truk dan terseret 200 meter

Polisi melakukan olah TKP dibantu alat Traffic Analysis Accident (TAA) untuk mengetahui seberapa jauh ambulans terseret dari lokasi kejadian, di Ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 300, Jumat (20/9/2019)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Polisi melakukan olah TKP dibantu alat Traffic Analysis Accident (TAA) untuk mengetahui seberapa jauh ambulans terseret dari lokasi kejadian, di Ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 300, Jumat (20/9/2019)
Petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan mobil ambulans pembawa jenazah yang menewaskan lima penumpangnya itu.

Hasil pengukuran sementara, diketahui ambulans tersebut tersangkut bagian belakang truk dan sempat terseret hingga 200 meter dari lokasi awal kejadian.

Kepala Subdit Penegakkan Hukum Dirlantas Polda Jateng AKBP Agung Aris mengatakan polisi akan memeriksa kondisi ambulans apakah mengalami masalah pada pengeraman atau tidak.

Sementara sopir truk tronton, Zaenal, mengaku sempat merasa terdorong saat sedang mengemudikan kendaraan secara lambat di jalur kiri.

Meski demikian, ia tetap melajukan kendaraan beberapa saat sebelum akhirnya merasa curiga dan memutuskan menepi untuk berhenti.

Baca juga: Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

5. Salah satu korban rencanakan rayakan ulang tahun

Imam Muflih (19), korban kecelakaan ambulans pembawa jenazah di wilayah Desa Kendayakan, Warujeja, Tegal, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019)KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI Imam Muflih (19), korban kecelakaan ambulans pembawa jenazah di wilayah Desa Kendayakan, Warujeja, Tegal, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019)
Sebelum meninggal, Imam Muflih Nurfatahilah (19) sempat mengatakan ingin merayakan ulang tahun pada 29 September 2019.

Iman adalah warga Perumahan Griya Serpong Asri, Desa Suradita RT 01/RW05, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

"Iya dia katanya ulang tahun ke-20. Itu sebelum berangkat dari rumah mau ke Klaten antar jenazah itu karena dia pemuda yang aktif di kampung sini, merasa tetangga juga," ujar Sanudin (51), Ketua RT setempat.

Imam ikut ke Klaten untuk mengantarkan tetangganya, Waldono yang meninggal dunia dan dimakamkan di kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah.

"Jadi korban menemani dua kakak Waldono, Sajito dan Rohmadi. Nasid, teman kerja Waldono dan Satimun tetangga yang juga sopir ambulans masjid Ar-Rahman. Mereka berangkat dari sini jam 10 ke Klaten, Jawa Tengah," katanya.

Baca juga: Niat Imam Rayakan Ulang Tahun Kandas karena Kecelakaan Ambulans di Tol Pejagan

6. Dapat santunan Rp 50 juta

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tangerang, Darwin P. Sinaga memberikan bantuan kepada Imam Muflih (19), korban kecelakaan ambulans pembawa jenazah di wilayah Desa Kendayakan, Warujeja, Tegal, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019).       KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tangerang, Darwin P. Sinaga memberikan bantuan kepada Imam Muflih (19), korban kecelakaan ambulans pembawa jenazah di wilayah Desa Kendayakan, Warujeja, Tegal, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019).
Keluarga Imam Muflih (19) di Desa Kendayakan, Warujeja, Tegal, Jawa Barat, Kamis (19/9/2019), menerima bantuan berupa santunan dari Jasa Raharja.

Santunan berupa uang senilai Rp 50 juta tersebut diserahkan langsung di rumah duka di Perumahan Griya Serpong Asri, Desa Suradita RT 01/RW 05, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/9/2019).

Kepala Perwakilan Jasa Raharja Tangerang Darwin P Sinaga mengatakan pihaknya telah memberikan santunan dengan proses transfer kepada rekening ahli waris.

"Untuk korban yang di sini atas nama Imam dan atas nama Nasid yang di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kami berikan masing-masing Rp 50 juta," kata Darwin di rumah duka.

Baca juga: Korban Kecelakaan Ambulans di Tol Pejagan Dapat Santunan Rp 50 Juta

SUMBER: KOMPAS.com ( Khairina, Candra Setia Budi, Tresno Setiadi, Michael Hangga Wismabrata)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X