Mi Rebus hingga Ikan Palumara, Menu Andalan Kantin Arowana Mace Ardi Unhas yang Sulit Dilupakan

Kompas.com - 21/09/2019, 06:45 WIB
Kantin Arowana Mace Ardi atau lebih akrab disebut Mace-mace (mama), berbeda dengan kantin-kantin yang ada di lingkup Universitas Hasanuddin (Unhas). KOMPAS.com/HIMAWAN Kantin Arowana Mace Ardi atau lebih akrab disebut Mace-mace (mama), berbeda dengan kantin-kantin yang ada di lingkup Universitas Hasanuddin (Unhas).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Di kantin Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Makassar ( Unhas), ada sekitar empat pedagang makanan.

Namun, kantin yang sering jadi tempat persinggahan mahasiswa adalah Kantin Arowana yang dimiliki Mace Ardi.

Mace Ardi mengakui para mahasiswa sangat senang dengan gorengan yang dijualnya.

Gorengan berupa ubi dan pisang goreng menjadi andalan. Namun, di jam-jam makan siang, mi rebus bersama nasi ikan palumara jadi favorit para pelanggan.


"Kalau harga mi rebus itu cuma Rp 5.000, kalau pakai telur hanya RP 8.000. Nasi ikan Rp 12.000," kata Mace Ardi saat diwawancarai Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Jangan Ngaku Anak UI Kalau Tak Kenal Kantin Balsem yang Legendaris

Menurut Mace, biasanya para mahasiswa yang sangat lapar akan memilih makan nasi ikan ataupun hanya memilih lauk tempe.

Dengan lauk sedikit, para mahasiswa tetap bisa kenyang karena di kantin in, Mace membebaskan mahasiswa mengambil nasi sebanyak mungkin.

Ia tidak mempermasalahkan porsi nasi yang dimakan mahasiswa. Ia hanya mengenakan harga sesuai dengan jumlah lauk yang diambilnya.

"Kalau di kantin saya, banyak sedikit sama saja harganya," ujar Mace.

Masakan Mace Ardi tak hanya populer di kalangan mahasiswa. Para dosen yang berada di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini juga sering makan di tempat kantin legendaris ini.

Tak hanya itu, dosen yang malas makan di tempat bakal minta dibawakan ke ruangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X