Edy Rahmayadi: Saya Pernah Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan, Hanya 10 Menit Saja, Tidak Tahan

Kompas.com - 20/09/2019, 20:24 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin Rakor Penanggulangan Karhutla di Sumut, Jumat (20/9/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin Rakor Penanggulangan Karhutla di Sumut, Jumat (20/9/2019)

Para pengusaha yang hadir pun diingatkan agar turut andil menjaga hutan.

"Saya tidak mau berburuk sangka. Kepada pengusaha tolong bantu dan ikut jagalah hutan kita. Saya tak mau menuduh, yang saya inginkan bapak-bapak berpartisipasi untuk mencegah karena kebanyakan kebakaran hutan terjadi di dekat usaha bapak," ujar Edy.

Bupati dan wali kota diminta mengaktifkan satgas karhutla dan melibatkan masyarakat secara intensif.

Kepala daerah harus siaga menanggulangi karhutla di wilayahnya. Dalam keadaan mendesak atau darurat, kepala daerah dapat menggunakan belanja tidak terduga untuk memenuhi kebutuhan daerah atau masyarakat.

Serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku karhutla.

Baca juga: Hibur Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru, Komunitas Ini Sediakan Buku Bacaan

Pangdam I/BB Mayjen MS Fadhilah menyampaikan, terjadinya karhutla 95 persen karena ulah manusia.

Ada yang tingkatnya kecil hingga tingkat korporasi. Motivasinya pun beragam, ada karena tuntutan ekonomi, ada juga karena urusan politik.

"Berpikirlah untuk melakukan yang terbaik, kita cinta Sumut, kita hidup di sini, mari jaga hutan kita. Selamatkan bumi dan anak-anak kita karena yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa," ujar Fadhilah.

Waka Polda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, untuk wilayah Sumut ada tiga daerah yang rawan karhutla dan perlu diwaspadai, yakni Kabupaten Mandailing Natal, Labuhanbatu Selatan, dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

"Saat musim kemarau, tiga lokasi tersebut rawan terjadi karhutla. Namun TNGL yang berada di dekat Bahorok bisa diatasi karena sering terjadi hujan," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X