Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Kompas.com - 20/09/2019, 17:18 WIB
Kobaran api membakar hutan di kawasan puncak Gunung Merbabu terlihat dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). Kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Merbabu yeng terpantau pertama kali pada Rabu (11/9) di Kabupaten Magelang, meluas hingga hutan kawasan Kabupaten Boyolali. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAKobaran api membakar hutan di kawasan puncak Gunung Merbabu terlihat dari Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019). Kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Merbabu yeng terpantau pertama kali pada Rabu (11/9) di Kabupaten Magelang, meluas hingga hutan kawasan Kabupaten Boyolali.

BOYOLALI, KOMPAS.com - Kebakaran masih terjadi di lereng Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019).

Tim dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMB), relawan dan warga sekitar masih berupaya memadamkan api tersebut.

Kepala Seksi Wilayah I BTNGMB Nurpana Sulaksono mengatakan, hutan Gunung Merbabu yang masih terbakar masuk di wilayah Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

"Masih upaya pemadaman. Titik api sudah mulai berkurang," kata Nurpana saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Menurut dia, api yang membakar hutan Gunung Merbabu kawasan Ngagrong, Ampel, merupakan sisa dari kebakaran yang terjadi sejak Rabu pekan lalu.

Kondisi medan dan angin yang bertiup cukup kencang membuat api kembali muncul dan membakar di kawasan itu.

"Kalau luasan lahan yang masih terbakar belum kita ketahui, karena masih proses pemadaman," kata dia.

Sampai saat ini, jalur pendakian Gunung Merbabu masih ditutup.

Penutupan ini memperhatikan keadaan saat ini, di mana terjadi kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Gunung Merbabu telah menghanguskan sekitar 436 hektare lahan hutan.

Kebakaran itu juga menghanguskan sebagian ekosistem tanaman bunga edelweis dan sabana.

Kendati terbakar, bunga yang memiliki nama latin Anaphalis Javanica dapat kembali tumbuh.

Sebab, tanaman ini mudah beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

"Untuk pengelolaannya akan kita monitor, supaya bisa pulih kembali bunga edelweis dan sabana," kata Nurpana.

Baca juga: Kisah Pemuda yang Menembus Pedalaman, Membantu Disabilitas lewat Media Sosial

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Hujan Disertai Angin Kencang di Pangkal Pinang, Pagar Rumah Sakit Ambruk

Regional
Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Hendak Menembak Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Mati Polisi

Regional
Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Seorang Mahasiswi di Makassar Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Ternyata Dibunuh Kekasih

Regional
Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Atap Kelas SDN Ambruk, Anggota DPRD Jember Sebut karena Lelang “Gila-gilaan”

Regional
Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Pemohon SIM di Polres Gresik Harus Lolos Tes Psikologi

Regional
Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Curi Celana Dalam dan Sabun di Minimarket, Pria Ini Ditangkap

Regional
Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Warga Ramai-ramai ke DPRD DIY Cari Bantuan Hukum Gratis

Regional
Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Karung Pasir Ditumpuk Cegah Longsor Susulan di Jalan Penghubung Balikpapan-Samarinda

Regional
Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Emil Dardak Curhat Terlambat karena Jalan ke Jember Sempit, Langsung Telepon Kementerian PU

Regional
Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Oded Sebut Rusuh Saat Penggusuran Tamansari akibat Provokasi dari Luar

Regional
Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Disaksikan Istri, Petani Kopi di Lahat Tewas Diterkam Harimau

Regional
Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Melihat Indahnya Setigi Gresik, Istana Batu Kapur Perpaduan Honai Papua

Regional
Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Polda Jabar Selidiki Video Polisi Pukul Penolak Penggusuran Tamansari

Regional
Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Satgas Tinombala Buru Mujahidin Indonesia Timur, Penembak Anggota Brimob di Parigi

Regional
Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Temukan Jejak Harimau di Riau, BBKSDA Beberkan Cara Hindari Serangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X