Melirik Potensi Puluhan Ribu Ton Tuna di Laut Bengkulu

Kompas.com - 20/09/2019, 15:50 WIB
Pekerja melakukan pembersihan dan penentuan kualitas ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja melakukan pembersihan dan penentuan kualitas ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.

BENGKULU, KOMPAS.com - Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Zamdial Ta'aladin mengungkapkan, laut Bengkulu memiliki potensi ikan tuna mencapai puluhan ribu ton per tahun.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 64 ton saja yang mampu diambil oleh nelayan.

"Ini hasil riset sejumlah dosen dan mahasiswa di Kabupaten Kaur. Ada potensi tuna sekitar 23 ribu ton per tahun hingga 32 ribu ton per thaun. Dari jumlah itu hanya 64 ton mampu diambil oleh nelayan," kata Zamdial di Bengkulu, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Zamdial mengatakan, terdapat beberapa jenis ikan tuna di perairan Bengkulu, seperti tuna sirip kuning, tuna mata besar, tuna albacore dan tuna sirip biru.

Potensi perikanan tuna di Provinsi Bengkulu dinilai cukup besar, terutama di perairan Kabupaten Kaur.

"Berdasarkan lintasan migrasi tahunan ikan tuna, di perairan Pulau Enggano juga diperkirakan memiliki potensi ikan tuna yang cukup besar," kata Zamdial.

Bersama Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Bengkulu, Zamdial menekankan, Bengkulu harus mulai mengoptimalkan potensi tuna yang tersebar di perairan Bengkulu.

Menurut dia, tuna dapat menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan sektor kelautan dan perikanan dari Provinsi Bengkulu.

Zamdial mengatakan, selama ini kegiatan pemanfaatan dan penangkapan tuna masih bersifat tradisional dan skala kecil.

Baca juga: Begini Cara Pelaku Merayu Korban Pemerasan dengan Modus Foto Bugil

Hal itu dilihat dari armada penangkapan ikan tuna yang dilakukan dengan perahu motor tempel berukuran kecil, alat tangkap hanya berupa pancing tegak (pancing boya), tidak ada dukungan fasilitas modal, dan tidak ada aspek handling dan processing.

"Pemerintah perlu mengembangkan perikanan tuna dalam skala industri, sehingga perikanan tuna tersebut dapat memberi nilai tambah yang signifikan baik terhadap nelayan perikanan tuna maupun untuk sumber pendapatan daerah,"kata Zamdial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X