Pemprov Gorontalo Siap Ganti Rugi Sawah yang Gagal Panen Akibat Kemarau

Kompas.com - 20/09/2019, 08:06 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dok. IstimewaGubernur Gorontalo Rusli Habibie.

GORONTALO, KOMPAS.com – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan komitmennya untuk mengganti lahan warga yang gagal panen akibat musim kemarau.

Rusli Habibie meminta Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan siapa saja petani sawah dan petani jagung yang mengalami puso atau gagal panen.

“Jadi kalau ada yang menanam padi terus gagal, tanam jagung juga begitu maka akan kami ganti benihnya secara gratis. Tapi ingat, dikecualikan yang membakar lahan. Langsung saya coret,” kata Rusli Habibie di Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo, Kamis (19/9/2019).

Rusli Habibie juga terus menyosialisasikan larangan bagi para pelaku pembakaran lahan dan hutan.

Baca juga: Karhutla Buat Petani di Kalbar Gagal Panen hingga Rugi Ratusan Juta

 

Ia mengancam akan menutup lahan tersebut selama 10 tahun dan tidak diberi bantuan pertanian selamanya.

“Ada UU nomor 32 tahun 2019 tentang Lingkungan Hidup itu dihukum 12 tahun denda 10 miliar. Buat beli beras saja tidak ada, apalagi bayar 10 miliar. Biar kapok yang suka bakar-bakar lahan. Saya juga suruh buat Pergub dan saya kenakan sanksi,” ujar Rusli Habibie.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Muljady Mario menjelaskan sudah menindaklanjuti perintah gubernur.

Pihaknya sudah menyiapkan buffer stock untuk pengganti benih padi sebanyak seribu hektar serta seribu hektar untuk benih jagung.

Baca juga: Kekeringan, 449 Hektare Padi di Kendal Terancam Gagal Panen

“Itu biayanya dari APBD, sekarang laporan yang masuk untuk padi mungkin tidak sampai seribu, tapi jagung lebih dari seribu jadi kita bisa mengajukan ke pemerintah pusat,” papar Muljady Mario.

Mekanisme penggantian benih akibat gagal panen dilakukan secara berjenjang dari Dinas Pertanian kabupaten dan kota ke provinsi.

Petani diminta melaporkan ke dinas setempat untuk diverifikasi dan diusulkan mendapatkan pengganti ke pemerintah provinsi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X