Uji Lab Ungkap Sayur di Ambon Terpapar Pestisida, Petani Merugi

Kompas.com - 20/09/2019, 07:01 WIB
Ilustrasi sayuran shutterstockIlustrasi sayuran

AMBON, KOMPAS.com - Beredarnya surat dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku berisi hasil uji laboratorium terhadap sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang ditujukan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon membawa dampak tidak hanya membawa dampak bagi masyarakat, tetapi juga para petani.

Dalam isi surat yang beredar luas tersebut, terungkap bahwa sejumlah sayur-sayuran hasil produksi sejumlah kelompok petani di Ambon diduga telah terdeteksi zat kimia berupa residu pestisida dan mikroba c-coli.

“Surat ini berdampak  ke petani. Warga kini mulai khawatir dan tidak lagi mau membeli sayuran dari dua kelompok petani yang namanya disebutkan dalam surat itu,” kata dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon, Dr Audrey Letemia kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Hilang 4 Hari, Lansia Penjual Sayur Ditemukan Tewas di Dasar Tambak Udang

Audrey sendiri merupakan pembina dua kelompok petani yang namanya disebut dalam surat tersebut.

Menurut dia, beredarnya surat tersebut telah membuat kedua kelompok petani binaannya itu merugi lantaran pelanggannya mulai meninggalkan mereka.

Dia lantas mempertanyakan mengapa surat yang sifatnya internal itu bisa sampai bocor dan beredar luas di masyarakat.

“Surat itu akan merusak integritas petani, dan saya heran kok surat internal bisa beredar luas ke masyarakat,” ujarnya.

Audrey mengungkapkan, kedua kelompok petani binaannya itu selama ini menerapkan proses bertanam menggunakan pestisida nabati olahan sendiri dan bukan sintetik. Sehingga tidak berefek pada hasil produk petani tersebut.

Menurutnya, kedua kelompok petani tersebut bahkan pernah mendapatkan sertifikat petani organik melalui uji dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO).

“Kami sudah cek dan buktikan juga pupuk yang dipakai itu pupuk nabati bukan sintetik. Itu pupuk dari tanaman dan kotoran hewan yang diolah sendiri,” jelas dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Regional
Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Regional
5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

Regional
Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Regional
Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X