Sayuran di Pasar Ambon Diduga Terpapar Zat Kimia, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 19/09/2019, 17:56 WIB
Dosen Fakultas PErtanian Universitas Pattimura Ambon, Dr Audrey KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYDosen Fakultas PErtanian Universitas Pattimura Ambon, Dr Audrey

AMBON, KOMPAS.com - Sebuah surat dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku berisi hasil uji laboratorium terhadap sampel pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang ditujukan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Ambon, beredar luas di masyarakat.

Isi surat tersebut menyebut sayur-sayuran  hasil produksi sejumlah kelompok petani di Ambon diduga telah terdeteksi zat kimia berupa residu pestisida dan mikroba c-coli.

Dalam isi surat itu dibeberkan, beberapa produk sayuran seperti bayam merah, kangkung, sawi, terong ungu, terong hijau dan selada yang sampelnya diambil dari kebun milik dua kelompok petani di Ambon, terdeteksi terpapar zat kimia.

Beredarnya surat tersebut membuat warga Kota Ambon menjadi resah dan takut mengonsumsi sayuran di Ambon.


“Beredarnya surat ini membuat kami sangat khawatir untuk mengonsumsi sayur di Pasar Ambon, karena jelas-jelas di situ disebutkan sayuran dari petani tercemar pestisida,”kata Halifa Marwah salah satu warga Kebun Cengkeh Ambon kepada Kompas.com, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Video Viral Acara Adat di Lampung Gunakan Senjata Api, Ini Penjelasan Polisi

Surat bernomor 521/9/DKP/VIII/2019 itu ditandatangani langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan provinsi Maluku, Habiba Saimima. Surat diketahui telah diterbitkan sejak 14 Agustus 2019 lalu.

Namun, surat itu baru beredar luas di masyarakat sejak Rabu kemarin dan kini menjadi pembahasan hangat di masyarakat.

Menanggapi beredarnya isi surat tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Habiba Saimima membenakan hasil pengujian laboratorium terhadap sejumlah jenis sayuran produksi petani.

Menurut Habiba, memang ditemukan ada bakteri e-coli pada beberapa jenis sayuran.

Sayur-sayuran yang diduga terpapar residu pestisida itu seperti kangkung, terong hijau, terong ungu, sawi hijau dan selada.

Meski begitu, menurut Habiba, temuan zat kimia yang terdeteksi itu masih berada di bawah batas aman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X