Terungkap, Ini Penyebab Ribuan Ikan Mati Secara Misterius di Ambon

Kompas.com - 19/09/2019, 15:36 WIB
Kepala LIPI Ambon, Nugroho Dwi Hananto saat diwawancarai wartawan seusai memimpin rapat bersama instansi terkait lainnya di aula kantor LIPI Ambon, Kamis (19/9/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala LIPI Ambon, Nugroho Dwi Hananto saat diwawancarai wartawan seusai memimpin rapat bersama instansi terkait lainnya di aula kantor LIPI Ambon, Kamis (19/9/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) Ambon mengungkap penyebab kematian ribuan ekor ikan di sejumlah pantai di Pulau Ambon, dalam beberapa hari terakhir.

Dari penelitian yang dilakukan melalui uji sampel di laboratorium, ribuan ekor ikan yang ditemukan terdampar itu diduga kuat mati karena mengalami fenomena alam yang memengaruhi perubahan massa air.

“Dugaan kuat ribuan ikan ini mati akibat peredaran massa air, artinya ada upwelling,”kata Kepala LIPI Ambon Nugroho Dwi Hananto seusai memimpin rapat bersama instansi terkait lainnya di aula Kantor LIPI Ambon, Kamis (19/9/2019).

Upwelling merupakan sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan memiliki massa lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan, akibat pergerakan angin di atasnya.

Menurut Nugroho, akibat fenomena upwelling itu, memuncul anomali pada air laut yang diakibatkan adanya perubahan suhu yang sifatnya sesaat.

“Jadi ada anomali air akibat perubahan suhu yang sesaat begitu, yang bisa mencelakai ikan itu mati,” ujar Nugroho.

Baca juga: LIPI Pastikan Ribuan Ikan Mati di Ambon Bukan karena Keracunan

Tak terkait gempa dan tsunami.

Dia menyebutkan, dari hasil penelitian yang dilakukan LIPI, dapat disimpulkan bahwa kematian ribuan ekor ikan secara misterius itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa di bawah laut maupun tsunami.

“Tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa dan tsunami. Jadi tidak ada kaitannya sama sekali, itu sudah terkonfirmasi,” kata Nugroho.

Selain itu, dari hasil penelitian, tidak ada fakta ilmiah yang membuktikan bahwa ikan-ikan tersebut mati mendadak karena terdampak ledakan di bawah laut.  

“Hasil dari Lipi kan tadi sudah dipaparkan, kita tidak melihat adanya efek pengeboman di ikan,”kata Nugroho.

Saat disinggung soal struktur tulang ikan yang mengalami keretakan dan ada bercak darah pada tulang, Nugroho menyubut, ikan-ikan tersebut mengalami benturan akibat terjadinya perubahan suhu pada air laut.

“Banyak hal yang memengaruhi kalau ikannya itu berdarah, kan ada banyak macam sebabnya. Yang pertama ikannya agak mabuk begitu, lalu membentur karang," kata Nugroho.

Penelitian LIPI tidak menemukan adanya fakta bahwa telah terjadi ledakan di bawah laut, baik yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik maupun karena aktivitas bom ikan.

“Hasil penelitian juga kita tidak melihat bukti adanya ledakan. Nah kalau ada efek belerang dan sebagainya, pasti dapat dilihat pada ikannya, tapi kita belum sampai ke sana,” kata Nugroho.

Fenomena ribuan ikan mati secara misterius dan terdampar di sejumah pantai di Pulau Ambon terjadi sejak Sabtu, (14/9/2019) pekan lalu.

Fenomena itu pun masih menghebohkan warga hingga saat ini.

Akibat fenomena itu, sempat beredar isu di masyarakat bahwa kematian ikan-ikan tersebut merupakan pertanda akan terjadi gempa dan tsunami.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI Setelah Kontak Tembak dengan KKB

Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI Setelah Kontak Tembak dengan KKB

Regional
KPU Tetapkan Arif-Rista sebagai Bupati dan Wabup Kebumen Terpilih

KPU Tetapkan Arif-Rista sebagai Bupati dan Wabup Kebumen Terpilih

Regional
PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

PPKM Diperpanjang, Wabup Kebumen: Tunggu Surat Resmi dari Pusat

Regional
Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Cegah Kerumunan Akhir Pekan, Jalan Darmo dan Jalan Tunjungani Surabaya Ditutup

Regional
Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Seorang Kakek Ditemukan Selamat Setelah 3 Hari Hilang, Terduduk Lemas di Pinggir Tebing

Regional
Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Viral Video Polisi Sergap Komplotan Penjahat di Tengah Jalan, Direkam Warga dan Terdengar Suara Tembakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X