Diduga Terpapar Kabut Asap, Bayi 3 Hari di Riau Meninggal

Kompas.com - 19/09/2019, 15:24 WIB
Sejumlah keluarga melayat ke rumah bayi yang meninggal dunia diduga akibat terpapar kabut asap karhutla di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Kamis (19/9/2019). IstimewaSejumlah keluarga melayat ke rumah bayi yang meninggal dunia diduga akibat terpapar kabut asap karhutla di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Kamis (19/9/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Bayi berusia tiga hari meninggal dunia di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau (18/9/2019).

Sebelum meninggal, bayi malang dari pasangan Evan Zebdrato dan Lismayani Zega mengalami sesak napas, batuk dan demam.

Baca juga: Cerita Bayi 8 Bulan Batuk dan Muntah Akibat Kabut Asap Riau, Diungsikan Orangtuanya ke Medan

Bayi kemudian dibawa ke bidan untuk berobat. 

Sepulang dari berobat ke bidan, bayi yang belum diberi nama itu kembali demam.

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.

Evan mengatakan, badan anaknya panas tinggi dan bibir menghitam. Dia dan istrinya sudah sangat cemas.

"Badannya panas sekali, bibirnya menghitam. Kami cemas sekali dan langsung dibawa ke rumah sakit," kata Evan sata diwanwacarai wartawan di rumahnya, Kamis (19/9/2019).

Lantaran cemas kondisi kesehatan anaknya memburuk, Evan membawa bayinya ke rumah sakit.

Namun, dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Safira Pekanbaru, bayi malang itu meninggal dunia.

Bayi tetap dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa medis. Hasil pemeriksaan, korban terkena virus diduga karena asap.

Sejumlah keluarga tampak memakai masker duduk di samping jasad bayi yang sudah terbujur kaku. Sang ibu tak henti-hentinya menangis.

Baca juga: Tak Tahan Terdampak Kabut Asap Riau, Warga Pilih Mengungsi ke Medan

Sebagaimana diketahui, kabut asap dampak karhutla sudah lebih dari sepekan menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Dampak dari buruknya kualitas udara, sudah sangat banyak warga yang terpapar asap. Mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia.

Tak sedikit pula korban asap yang mengungsi ke posko pengungsian. Bahkan, semakin hari terus bertambah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X