Cerita Penderita Asma yang Berjuang di Tengah Kepungan Kabut Asap

Kompas.com - 19/09/2019, 11:50 WIB
Mirna, seorang warga yang menderita asma semakin parah saat terjadi kabut asap di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/9/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTAMirna, seorang warga yang menderita asma semakin parah saat terjadi kabut asap di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/9/2019).

Seperti tabung oksigen, penggunaan obat juga meningkat selama wilayahnya terpapar kabut asap.

"Obat biasanya hanya 1 kali sehari. Sekarang 2 atau 3 kali sehari. Tabung oksigen juga biasa bisa cukup satu minggu. Sekarang harus tiap hari ganti," ucap Mirna.

Menurut dia, meningkatkannya kebutuhan obat akibat asma yang sering kambuh, dipicu kabut asap tebal yang terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dalam sebulan terakhir.

"Untung saja tabung oksigen masih mudah ditemukan. Cukup cari ke apotek-apotek," tutur Mirna.

Akibat kabut asap ini, Mirna juga mengaku sempat sakot tenggorokan hingga susah untuk bicara.

Saat periksa ke dokter, dia didiagnosa menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Sekarang ini baru pulih. Suara baru keluar. Saya juga sempat tidak masuk kerja," ucap dia.

Bencana kabut asap dinilai sangat menyulitkan bagi penderita asma.

Mirna berharap segera turun hujan, sehingga kabut asap segera berakhir.

Baca juga: Wali Kota Pekanbaru ke Kanada Saat Warga Terdampak Kabut Asap, Ini Penjelasannya

Sediakan rumah oksigen

Berdasarkan Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, pada Kamis, pukul 10.58 WIB, kualitas udara jauh melampaui nilai ambang batas, yakni 266.72 µgram/m3, yang artinya masuk kategori sangat tidak sehat.

Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X