Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saling Ejek, Siswa SMP Tewas Usai Duel dengan Teman Kelas, Ini Faktanya

Kompas.com - 19/09/2019, 11:33 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Seorang siswa SMP di Grobogan berinisial AG (13) tewas setelah terlibat duel dengan teman sekolahnya pada Selasa (17/9/2019).

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi Siswanto, AG terjatuh dan kepalanya membentur jalan dari beton setelah dipukul oleh MA (15).

Perkelahian tersebut, menurut Agus, diduga karena MA sakit hati akibat korban sering diejek oleh korban.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi perkelahian AG dan teman kelas 

Jasad AG di Ruang Jenazah RSUD dr Soedjati Purwodadi, Grobogan, Jateng, Selasa (17/9/2019)KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO Jasad AG di Ruang Jenazah RSUD dr Soedjati Purwodadi, Grobogan, Jateng, Selasa (17/9/2019)
Agus menjelaskan, saat pulang sekolah sekitar pukul 12.30 WIB, korban mengantar temannya dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah itu, korban tiba-tiba dihentikan oleh MA yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya, GY (15), di tepi sawah di jalan Dusun Krandon, Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi.

MA turun dari motor dan menghampiri korban yang masih di atas motor Beat. MA lalu bertanya kepada korban dengan nada tinggi.

"Aku lahpo mbok ece terus, bapakku yo melu mbok eceni? (Kenapa aku kamu hina terus, termasuk juga bapakku kamu hina?)," ujar Agus menirukan MA, Rabu (18/9/2019).

AG pun menjawab pertanyaan MA dengan singkat sambil memegang kerah MA dan menamparnya.

"Lha lahpo? (Memang kenapa ?)".

MA pun lantas membalas dengan memegang kaus dan memukul pipi kanan AG sebanyak dua kali. Korban langsung terjatuh dari atas motor hingga kepalanya membentur jalan cor beton.

Baca juga: Ini Kronologi Pelajar SMP yang Tewas Setelah Duel dengan Temannya, Dicegat di Jalan

2. MA dan GY panik saat korban merintih kesakitan

Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

Melihat AG merintih kesakitan dengan kondisi lemas seusai terbentur cor beton, MA dan GY pun kebingungan dan kemudian meninggalkan korban.

Sementara itu, warga sekitar menemukan AG terkapar tak bernyawa di pinggir jalan Dusun Krandon, Desa Nambuhan, Grobogan.

Pardi (51), kakek AG, menjelaskan, dirinya mendapat informasi dari warga bahwa cucunya tersebut tewas setelah terlibat perkelahian dengan teman di sekolah.

"Cucu saya ejek-ejekan sama temannya. Lalu pulang sekolah dipepet oleh teman-temannya. Cucu saya katanya kemudian dihajar hingga meninggal dunia. Cucu saya ditemukan tergeletak sudah tak bernapas oleh warga yang melintas," tutur Pardi saat ditemui Kompas.com.

Baca juga: 10 Wanita Korban Pemerasan Foto Bugil di Medsos, Diduga Tak Hanya dari Ngawi

3. Dikenal sebagai bocah yang baik dan sopan

Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian

Menurut Pardi, AG tak memiliki riwayat penyakit membahayakan. Semasa hidup kesehatannya stabil.

AG juga dikenal berkepribadian baik dan sopan. Pihak keluarga pun berharap supaya polisi dapat mengusut tuntas kasus kematian AG. Selama ini AG tinggal bersama orangtuanya.

"Cucu saya anak yang baik. Ayahnya bekerja sebagai buruh di Medan dan ibunya petani. Kami berharap polisi bisa menangkap pelakunya dan dihukum seadil-adilnya. Rencana langsung kami makamkan malam ini," kata Pardi.

Baca juga: Pelajar SMP Ditemukan Tewas Tergeletak di Jalan, Diduga Dikeroyok

4. Polisi tegaskan AG meninggal seusai berkelahi, bukan dikeroyok

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim penyidik Satreskrim Polres Grobogan, AG tewas setelah duel dengan MA dan bukan dikeroyok. Perkelahian tersebut dipicu permasalahan saling ejek.

"AG dan MA saling adu jotos karena sebelumnya saling ejek. MA yang jengkel diejek kemudian memepet korban dan mengajaknya berkelahi. Sayangnya, korban yang lemah meninggal dunia saat berkelahi," kata Agus.

Sementara itu, dari pemeriksaan medis Puskesmas Pulokulon, ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala dan dada AG.

"Iya ditemukan ada luka-luka memar, lebam pada pipi dan dada AG," kata Anik, petugas medis Pulokulon.

Baca juga: Bukan Dikeroyok, Pelajar SMP Tewas Setelah Duel dengan Teman Sebangku

Sumber: KOMPAS.com (Puthut Dwi Putranto Nugroho)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com