Fakta Polisi Gerebek Pabrik Mie Formalin di Cianjur, Sudah Beroperasi 2 Tahun hingga Sehari Produki 300 Kg

Kompas.com - 19/09/2019, 05:35 WIB
Polisi memeriksa mie yang diduga mengandung formalin di sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek Bareskrim Polri bersama jajaran Polres Cianjur, Selasa (17/09/2019) petang. IstimewaPolisi memeriksa mie yang diduga mengandung formalin di sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek Bareskrim Polri bersama jajaran Polres Cianjur, Selasa (17/09/2019) petang.

KOMPAS.com - Sebuah pabrik pembuatan mie berformalin yang berada di Kampung Tepuh RT 003 RW 008, Desa Gudang, Kecamatan Cikangkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digerebek oleh Bareskrim Polri dan jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (17/9/2019) petang.

Dalam pengerebakan tersebut, polisi mengamankan dua pemilik pabrik yakni WA (30) dan SU (58), dan lima orang pegawainya masing-masing berinisial HE (30), FI (21), AB (25), HI (34) dan DI (15).

Selain mengamankan dua pemilik pabrik dan lima orang pegawai, polisi juga menyita mie siap jual seberat 2,5 kuintal di atas mobil pikap, satu unit mesin produksi dan bahan pengawet jenis formalin yang telah dikemas dalam plastik-plastik kecil seberat 45 gram.


Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Pabrik sudah beroperasi dua tahun

Polisi tengah memeriksa mie yang diduga mengandung formalin di sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek tim dari Mabes Polri bersama jajaran Polres Cianjur,  Selasa (17/09/2019) petang.Istimewa Polisi tengah memeriksa mie yang diduga mengandung formalin di sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek tim dari Mabes Polri bersama jajaran Polres Cianjur, Selasa (17/09/2019) petang.

Wakapolres Cianjur Kompol Jaka didampingi Kanit 3 Subdit 1 Tipidter Bareskrim Polri, AKBP Taufik Noor Isha mengatakan, penggerebekan pabrik mie formalin tersebut merupakan hasil pengembangan dari giat penggerebekan sebelumnya.

“Para pelaku diamankan saat tengah melakukan aktivitas produksi,” katanya di Polres Cianjur usai giat penggerebekan, Selasa (17/09/2019) malam.

Pabrik itu sendiri, sebut dia, sudah beroperasi sejak dua tahun terakhir dengan jangkauan pemasaran di seputaran wilayah Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Mie Formalin di Cianjur

2. Dalam sehari bisa produksi 300 kg

Barang bukti mie berformalin yang siap diedarkan ke pasaran yang diamankan tim Bareskrim Polri bersama jajaran Polres Cianjur dari sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek, Selasa (17/09/2019) petang.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Barang bukti mie berformalin yang siap diedarkan ke pasaran yang diamankan tim Bareskrim Polri bersama jajaran Polres Cianjur dari sebuah pabrik di wilayah Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat yang digerebek, Selasa (17/09/2019) petang.

Dikatakan Jaka, Polres Cianjur bersama Bareskrim Polri masih akan terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut, mengingat peredaran mie berformalin sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat.

Menurutnya, dalam sehari pabrik itu mampu memproduksi mi sebanyak 300 kilogram.

“Dalam sehari mereka bisa memproduksi 200-300 kilogram,” ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru 6 Polisi yang Bawa Senpi Saat Amankan Demo di Kendari, Jalani Persidangan hingga Uji Balistik di Luar Negeri

Fakta Baru 6 Polisi yang Bawa Senpi Saat Amankan Demo di Kendari, Jalani Persidangan hingga Uji Balistik di Luar Negeri

Regional
Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Regional
Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X