Minimalisir Dampak Kabut Asap Kepri, Anak Sekolah Wajib Kenakan Masker

Kompas.com - 18/09/2019, 16:54 WIB
Kondisi Kota Batam, Kepri yang diselimuti asap. Berdasarkan Pengukuran ISPU di Batam saat ini kualitas udara diangka 129 atau masuk kategori tidak sehat. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKondisi Kota Batam, Kepri yang diselimuti asap. Berdasarkan Pengukuran ISPU di Batam saat ini kualitas udara diangka 129 atau masuk kategori tidak sehat.

BATAM, KOMPAS.com - Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) memerintah setiap sekolah yangbada di Kepri untuk mewajibkan siswa siswinya mengenakan masker saat akan kesekolah hingga jam pulang sekolah.

Hal ini untuk menimalisir mewabahnya ISPA terhadap siswa siswi yang ada di Kepri.

"Kualitas udara di Kepri masih masuk kategori tidak sehat, makanya anak sekolah diwajibkan mengenakan masker saat akan pergi kesekolah," kata Isdianto di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (18/9/2019).

Isdianto mengaku sejumlah rekomendasi, baik dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan sudah masuk kedirinya terkait langkah kedepan terhadap anak sekolah, pasca kabut asap ini.

Namun hak itu harus dikoordinasikan kembali dan malihat perkembangan kualitas udara di Kepri ke depan.

Baca juga: Kabut Asap Pekat, Alat Uji Kualitas Udara BMKG dan DLH Samarinda Rusak

Bisa saja dilakukan kebijakan meliburkan anak sekolah terkait kabut asap ini, namun hal itu apabila benar-benar sudah membahayakan atau mengurangi jam belajar.

" Kabut asap di Kepri merupakan kabut asap kiriman, makanya kadang tebal dan terkadang juga berkurang. Dan untuk saat ini kami wajibkan menggunakan masker saja terlebih dahulu, sampai ada koordinasi selanjutnya dengan dinas terkait," jelasnya.

Namun Isdianto mengatakan dirinya tetap menunggu kebijakan dari Walikota dan Bupati apakah anak sekolah memang harus diluburkan.

Bagikan 500.000 masker

Karena masing-masing daerah ketebalan kabut asapnya berbeda-beda, seperti hasil pemeriksaan BMKG Kepri mengenai jarak pandang, terdapat perbedaan.

"Seperti hari ini, jatak pandang yang masih normal yakni Tanjungpinang dan Batam diangka 4.000 meter, sementara Lingga hanya 1.000 meter," jelas Isdianto.

Untuk masker sendiri, Isdianto mengaku Pemprov. Kepri telah menyiapkan 100 ribu masker untuk dibagikan ke masyarakat.

Dan ke depan akan ada penamabahan 500 ribu masker dari pemerintah pusat untuk Kepri dalam upaya antisipasi meningkatnya ISPA yang mulau marak di Kepri.

Baca juga: Kabut Asap di Kepri Makin Tebal, Ribuan Masker Dibagikan, 5 Posko Disiagakan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X