Kabut Asap Pekat, Alat Uji Kualitas Udara BMKG dan DLH Samarinda Rusak

Kompas.com - 18/09/2019, 16:31 WIB
Kondisi kabut asap di Bandara APT Pranoto Sungai Siring Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/9/2019). IstimewaKondisi kabut asap di Bandara APT Pranoto Sungai Siring Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/9/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Alat uji kualitas udara milik milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Station Samarinda, Air Quality Monitoring System (AQMS) rusak.

Begitu juga dengan alat uji udara milik Dinas Lingkungan Hidup Samarinda pun rusak.

Hal itu membuat udara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tak bisa diuji kualitasnya. 

Prakirawan BMKG Samarinda Sutrisno mengatakan, rusaknya alat uji udara itu karena direndam banjir Juni lalu. Kini alat tersebut tak berfungsi.

"Rusak sejak Juni lalu, aaat itu pompa terendam jadi belum bisa berfungsi. Belum ada perbaikan," ungkap Sutrisno, di Samarinda, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Kabut Asap Kepung Bandara Samarinda 3 Hari, Jajaran Pegawai Gelar Shalat Istisqa

Fungsi alat ini mengukur kualitas udara dalam beberapa kategori, sehat, tidak sehat atau berbahaya.

Saat ini pihaknya sedang menunggu teknisi dari Jakarta untuk perbaikan alat tersebut.

Jika berfungsi, kata Sutrisno alat itu akan menyedot udara sebagai sampel kemudian masuk ke analiser untuk proses analisis.

Lalu terhubung dengan komputer membaca kandungan udara dan langsung dipublikasi melalui website resmi BMKG pusat tiap saat.

"Kalau buka website BMKG, di situ ada tampilan kualitas udara. Alat ini yang mengukur kualitas udaranya," ungkap dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Tiga Bulan Usai Istrinya Meninggal, Petani Setubuhi Anak Kandung hingga Lahirkan Bayi

Regional
Ganjar Cek Kesiapan 'New Normal' Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Ganjar Cek Kesiapan "New Normal" Sarana Publik Meski Belum Dibuka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X