Polisi Selidiki Pelemparan Bus Persib Bandung

Kompas.com - 17/09/2019, 19:24 WIB
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts saat melihat kondisi kaca bus Persib yang pecah akibat dilempar batu oleh sekelompok orang usai laga kontra PS Tira Persikabo, Sabtu (14/9/2019). Persib.co.id/Rivan MandalaPelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts saat melihat kondisi kaca bus Persib yang pecah akibat dilempar batu oleh sekelompok orang usai laga kontra PS Tira Persikabo, Sabtu (14/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Bus tim Persib Bandung diserang sekelompok orang saat perjalanan menuju Bandung, tepatnya sebelum gerbang tol Sentul, Bogor, Sabtu (15/9/2019).

Insiden pelemparan batu yang mengenai  kaca bus ini melukai dua pemain Tim Maung Bandung tersebut, yakni Febri Haryadi dan Omid Nazari.

Menanggapi hal tersebut, polisi akan menyelidiki insiden pelemparan itu. Penyelidikan akan dilakukan oleh Polres Bogor.


"Kita sedang selidiki," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko yang dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Robert Akui Penyerangan Bus Pengaruhi Mental Pemain Persib Bandung

Seperti diketahui, pelemparan itu terjadi ketika bus yang ditumpangi rombongan pemain Maung Bandung pulang ke Bandung usai melakoni laga kontra Tira Persikabo pada lanjutan pekan ke-18 Liga 1 2019, Sabtu (15/9/2019).

Bus tersebut dilempari sekelompok orang dengan menggunakan batu yang cukup besar dan mengenai bagian sisi kaca kanan.

Batu tersebut membuat kaca bus pecah dan melukai dua pemain Persib dengan luka di bagian pelipis.

Kedua pemain tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan medis lebih lanjut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Regional
Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Regional
Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Regional
Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Regional
Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Regional
Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Regional
Masyarakat Masih Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Masyarakat Masih Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Regional
Bupati Ngawi Pilih Lantik Ratusan Kepala Desa di Benteng Van Den Bosch

Bupati Ngawi Pilih Lantik Ratusan Kepala Desa di Benteng Van Den Bosch

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X