Hati-hati, Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api di Bandung Bisa Ditilang Rp 500 Ribu

Kompas.com - 17/09/2019, 18:01 WIB
Ilustrasi perlintasan kereta api KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMIlustrasi perlintasan kereta api

 

BANDUNG, KOMPAS.com – Kapolsek Kiaracondong Bandung Kompol Asep Saepudin mengingatkan masyarakat untuk tidak menerobos palang pintu perlintasan kereta api sebidang. Warga yang melanggar akan ditilang Rp 500.000.

“Kami akan melakukan tindakan secara tegas bagi pelanggar,” ujar Asep kepada Kompas.com di Kiaracondong Bandung, Selasa (17/9/2019).

Asep menjelaskan, selama ini polisi kerap menjaga pintu perlintasan kereta api bersama Polsuska.

Baca juga: Terobos Pintu Perlintasan Kereta Api, Sanksi 3 Bulan Penjara

Pihaknya juga sudah menindak pelanggar lalu lintas seperti yang menerebos, melawan arah, tidan mengenakan helm, dan lainnya.

Namun, ketika polisi tidak berjaga, warga kembali melakukan pelanggaran. Itu memperlihatkan kesadaran masyarakat masih rendah.

Padahal pihaknya sudah memasang baliho di beberapa titik. Isinya, warga yang melakukan pelanggaran dengan menerobos pintu perlintasan dan lawan arus, akan didenda cukup tinggi.

“Hukumannya tindakan langsung atau tilang Rp 500.000. Karena UU-nya pun jelas mengatakan, ketika bunyi sirine dan pintu perlintasan tertutup, semua kendaraan harus berhenti untuk keselamatan,” katanya.

 Baca juga: Januari-Oktober, Terdapat 29 Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api di Medan

Pantauan Kompas.com, kondisi lalu lintas di pintu perlintasan Kiaracondong cukup semrawut. Warga berlomba-lomba melawan arah atau menerobos pintu perlintasan agar lebih cepat.

Di bagian lain, terlihat relawan dan petugas kereta api melakukan sosialisasi untuk tidak menerobos pintu perlintasan. Beberapa kali warga yang tetap menerobos, disoraki pengguna jalan lainnya.

Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Fredi Firmansyah mengatakan, selama 2019 sebanyak 8 kecelakaan terjadi di wilayahnya.

Dari kecelakaan tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal.

“Untuk itu dilakukan sosialisasi keamanan di perlintasan sebidang. Di Daop 2 dilakukan di 3 titik rawan. Salah satunya Kiaracondong, karena perlintasan tersebut dinilai rawan,” ungkapnya.

Salah satu ciri perlintasan tersebut rawan adalah meskipun ada fly over, lalu lintas di bawahnya masih aktif.  Padahal seharusnya, jalan di bawah fly over tidak dilalui kendaraan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X