Sungai Jadi Tempat Pembuangan Popok Bayi, Pemkab Mojokerto Tak Miliki TPA Khusus

Kompas.com - 17/09/2019, 15:15 WIB
Aktivis Barigade Evakuasi Popok (BEP) Ecoton, saat mengevakuasi limbah popok yang menumpuk di bawah jembatan Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/9/2019). HANDOUTAktivis Barigade Evakuasi Popok (BEP) Ecoton, saat mengevakuasi limbah popok yang menumpuk di bawah jembatan Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/9/2019).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Sejumlah aliran sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi tempat favorit masyarakat untuk membuang sampah. Salah satunya, sampah popok bayi atau pampers.

Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyatakan sudah berupaya melakukan pencegahan dengan cara menghimbau dan mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, utamanya di sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Mojokerto, Zainul Arifin mengungkapkan, imbauan dan ajakan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, berlaku untuk semua jenis sampah.

"Kami terus melakukan sosialisasi, mengimbau dan mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai," kata Zainul, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Miris, Sungai-sungai di Mojokerto Jadi Tempat Favorit Pembuangan Popok Bayi

Meski demikian, lanjut Zainul, masih ada masyarakat yang tidak peduli. Masih ada di antara masyarakat Mojokerto yang tetap membuang sampah ke sungai.

Pihaknya kerap menjumpai dan menerima laporan adanya sampah jenis popok bayi yang dibuang ke sungai. Namun, dia mengklaim kondisi itu selalu direspons dengan cepat.

"Untuk sampah dimaksud (popok bayi), Pemda (Pemkab Mojokerto) bersama masyarakat melaksanakan pembersihan. Itu yang terpenting dan kami selalu peduli dengan laporan-laporan adanya sampah liar yang dibuang manusia yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Zainul mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, tidak diatur tentang pengelolaan khusus untuk jenis sampah popok bayi.

Karena itu, Pemkab Mojokerto belum memiliki tempat khusus untuk pengelolaan sampah jenis popok bayi atau pampers.

"Pada Undang-Undang Nomor 18, tidak ada istilah sampah popok, sehingga tidak ada pengelolaan khusus sampah popok," ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Ambon, Rumah Anggota Polisi Roboh

Regional
Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Pemadaman Bergilir Selama Sepekan Resahkan Warga NTB, Ini Alasan PLN

Regional
Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Empat Gempa Beruntun Guncang Ambon Sabtu Pagi, Warga Panik Berhamburan

Regional
Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Cerita Ketua RW di Kembangan Lari Kejar Pelaku Penyiraman Air Keras ke 6 Siswi SMP

Regional
Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Fakta 3 Saudara Sekandung di Belawan Terduga Teroris Bom Medan: Nyuruh Ngaji Bagus-bagus, Kok Kayak Gini...

Regional
Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Duduk Perkara Keraton Pecat Abdi Dalem Berusia 68 Tahun karena Diduga Lecehkan Mahasiswi

Regional
Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Aksi Pencurian Motor NMax di Jalan Rajawali Pondok Aren Terekam CCTV

Regional
Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas,  Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Kontroversi Kolam Renang Rp 1,5 M di Rumah Dinas, Terapi Renang Kaki Ridwan Kamil yang Cidera dan Ruang Publik

Regional
Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

Regional
Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Hormati Djaduk Ferianto, Mahfud MD Akan Hadiri Ngayogjazz 2019

Regional
[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

[POPULAR NUSANTARA] Umat Hindu di Bantul Butuh Rumah Ibadah | Ridwal Kamil Bicara soal Kolam Renang Rp 1,5 M

Regional
Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Jusuf Kalla Ucapkan Selamat atas Lahirnya Cucu Ketiga Jokowi, La Lembah Manah

Regional
Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Bagaimana Penenggelaman Kapal 5 Tahun ke Depan?

Regional
Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Selvi Lahirkan Bayi Perempuan, Gibran Beri Nama La Lembah Manah

Regional
Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Selidiki Kasus Bom Medan, Polisi 5 Jam Geledah 3 Rumah di Belawan, Ini Hasilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X