Terimbas Kerusuhan Papua, Pedagang Pasar di Fakfak Dapat Bantuan Rp 5 Juta

Kompas.com - 17/09/2019, 12:07 WIB
Pertemuan Polres Fakfak bersama Pemda setempat, Senin (16/9/2019) kemarin. 3 pelaku pembakaran pasar Thumburuni ditangkap, 1021 pedagang dapat bantuan stimulan. KOMPAS.com/BUDY SETIAWANPertemuan Polres Fakfak bersama Pemda setempat, Senin (16/9/2019) kemarin. 3 pelaku pembakaran pasar Thumburuni ditangkap, 1021 pedagang dapat bantuan stimulan.

MANOKWARI, KOMPAS.com - Pemerintah memberikan kucuran dana sebesar Rp 5 miliar bagi para pedagang Pasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang terkena imbas demo dan kerusuhan pada 21 Agustus 2019 lalu.

Sebanyak 1.021 pedagang tercatat akan menerima bantuan dana stimulan dari pemerintah pusat.

Masing-masing pedagang akan mendapat dana bantuan sebesar Rp 5 juta.

"Pemda sudah mengajukan data ke Pemerintah Pusat, ada 1.021 pedagang dan telah dianggarkan Rp 5 miliar,"  kata Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak Ali Baham Temongmere dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Mengenai Penyebab Kericuhan di Fakfak

Sementara itu, mengenai pembagian lapak jualan di pasar yang nantinya akan dibangun kembali, pemerintah akan memprioritaskan pedagang orang asli Papua (OAP).

"Sejak pasar dibangun pada 2004, Pemda telah melakukan pengaturan untuk OAP dan non-OAP, namun telah mengalami perubahan. Namun, ke depan setelah pasar dibangun kembali, akan dilakukan pengaturan ulang," kata Ali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Fakfak Samaun Dahlan menambahkan, peninjau ulang di pasar sudah dilakukan.

Seusai pelantikan DPRD Fakfak, akan dilakukan pemindahan para pedagang ke pasar sementara di Tanjung Wagom.

Sementara itu, mengenai terbakarnya Pasar Thumburuni dalam aksi demo yang berujung kerusuhan, Polres Fakfak sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Untuk penyidikan kasus makar, sudah kita periksa 21 orang saksi untuk pengembangan pencarian tersangka. Sedangkan, untuk kasus pembakaran pasar, sudah kita tetapkan 3 tersangka," ujar Kapolres Fakfak AKBP Deddy Foury Millewa.

Meski demikian, penyidik mengalami kendala dalam proses penyelidikan.

Sebab, penyidik membutuhkan saksi ahli bahasa dan teknologi informasi untuk melakukan pengembangan.

Pasalnya, bukti yang mereka miliki terkait kasus makar masih sebatas video aksi massa yang terjadi saat itu.

Baca juga: Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Universitas Brawijaya Buka 2 Program Studi Baru, Kehutanan dan Aktuaria

Universitas Brawijaya Buka 2 Program Studi Baru, Kehutanan dan Aktuaria

Regional
Minimarket di Cilacap Dirampok, Uang Rp 80 Juta Digasak, 2 Karyawan Luka Sayatan Senjata Tajam

Minimarket di Cilacap Dirampok, Uang Rp 80 Juta Digasak, 2 Karyawan Luka Sayatan Senjata Tajam

Regional
Bertemu 3 Guru Tersangka Kasus Susur Sungai, Ketua Umum PGRI Menangis

Bertemu 3 Guru Tersangka Kasus Susur Sungai, Ketua Umum PGRI Menangis

Regional
RS Kariadi Semarang Sebut Suspect Corona yang Diisolasi Meninggal karena Flu Babi

RS Kariadi Semarang Sebut Suspect Corona yang Diisolasi Meninggal karena Flu Babi

Regional
Warga Berhamburan Cari Perlindungan Saat KKB Tembaki Pos TNI Nduga

Warga Berhamburan Cari Perlindungan Saat KKB Tembaki Pos TNI Nduga

Regional
Jual Tiket Hasil Pembobolan Kartu Kredit, Pengusaha Travel Dibekuk Polisi

Jual Tiket Hasil Pembobolan Kartu Kredit, Pengusaha Travel Dibekuk Polisi

Regional
Kronologi Ayah Bunuh dan Buang Mayat Anaknya ke Gorong-gorong

Kronologi Ayah Bunuh dan Buang Mayat Anaknya ke Gorong-gorong

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan, PGRI: Sikap Kesatria

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan, PGRI: Sikap Kesatria

Regional
Viral Pria Mematung 7 Jam di Pinggir Jalan di Kebumen, Ditemukan Obat Bertuliskan Mr X

Viral Pria Mematung 7 Jam di Pinggir Jalan di Kebumen, Ditemukan Obat Bertuliskan Mr X

Regional
Gubernur Banten Larang Truk Overtonase Melintas di Jalan Provinsi

Gubernur Banten Larang Truk Overtonase Melintas di Jalan Provinsi

Regional
Peniadaan PHR Selama 6 Bulan, Badung Berpotensi Kehilangan Rp 1,6 T

Peniadaan PHR Selama 6 Bulan, Badung Berpotensi Kehilangan Rp 1,6 T

Regional
Tebus Kesalahan atas Kematian 10 Siswa, Alasan 3 Tersangka Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Tebus Kesalahan atas Kematian 10 Siswa, Alasan 3 Tersangka Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Regional
Arab Saudi Stop Umrah karena Corona, Biro Travel Rugi Miliaran Rupiah

Arab Saudi Stop Umrah karena Corona, Biro Travel Rugi Miliaran Rupiah

Regional
Merapat ke Pos TNI yang Sedang Diserang, Brimob Terkena Tembakan KKB

Merapat ke Pos TNI yang Sedang Diserang, Brimob Terkena Tembakan KKB

Regional
Pura-pura Jual Mobil Mertua untuk Ajukan Kredit, PNS Magetan Dibui

Pura-pura Jual Mobil Mertua untuk Ajukan Kredit, PNS Magetan Dibui

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X