BMKG: Tidak Ada Tsunami, Warga Diminta Tenang dan Kembali ke Rumah

Kompas.com - 17/09/2019, 00:02 WIB
Ilustrasi tsunami, peringatan dini tsunami ShutterstockIlustrasi tsunami, peringatan dini tsunami

AMBON,KOMPAS.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Ambon mengimbau kepada warga di Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, yang telah mengungsi ke sejumlah tepat agar dapat kembali ke rumah-rumahnya masing-masing.

Warga memilih mengungsi dari rumah-rumah mereka setelah beredar isu akan terjadi tsunami di wilayah tersebut pascapenemuan ribuan ikan yang mati secara mendadak dan terdampar di sejumlah pantai di wilayah itu.

“Jadi diimbau kepada masyarakat tetap tenang, jangan panik dan segera kembali  ke rumah masing-masing,”kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin kepada Kompas.com saat dihubungi Senin (16/9/2019) malam.

Baca juga: Beredar Isu Tsunami, Warga Pulau Ambon Mengungsi ke Ketinggian

Dia menjelaskan, hingga saat ini kondisi kegempaan di wilayah Maluku maupun Pulau Ambon saat ini dalam staus yang normal.

Sehingga, warga diimbau agar jangan sampai terpancing dengan isu-isu menyesatkan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami mengimbau kepada warga dapat mengikuti informasi resmi dari BMKG baik melalui website maupun lewat akun media sosial seperti Facebook, Twitter, maupun Instagram. Kami juga mengimbau agar warga dapat mengaktifkan aplikasi android untuk mendapat informasi BMKG,” ujarnya.

Dia menerangkan, tsunami terjadi karena ada pemicunya, seperti gempa bumi tektonik, gempa bumi vulkanik atau letusan gunung berapi, longsor bawah laut atau longsoran tebing, meteor yang jatuh di laut dan ulah manusia seperti meledakan bom dengan skalaa besar di laut.

“Tetapi itu sangat jarang terjadi, di atas 80 persen kejadian tsunami itu dipicu oleh gempa bumi tektonik, jadi sampai saat ini tidaka da tanda-tanda akan mau terjadi tsunami di Ambon,” jelas Andi.

Baca juga: Ribuan Ikan Mati di Ambon, BMKG Sebut Tak Berhubungan dengan Tsunami

Dia menyebut, apabila ke depan ada gempa besar yang skalanya diatas 7 magnitudo dan memenuhi persyaratan terjadi tsunami pasti BMKG akan mengeluakan peringatan dini tsunami.

”Tapi untuk saat ini kondisi kegempaan di Ambon normal jadi warga jangan sampai termakan isu-isu tidak bertanggung jawab,”katanya.

Untuk diketahui, saat ini sejumlah warga di Kecamatan Leitimur Selatan mulai mengungsi dari rumah-rumahnya karena takut terjadi tsunami.

Isu akan terjadi tsunami muncul setelah ditemukannya ribuan ikan yang mati mendadak di sejumlah pantai di kecamatan tersebut. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X