Bakar Hutan Lindung, 4 Pekerja dan Satu Majikan Ditangkap Polisi

Kompas.com - 16/09/2019, 22:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

PADANG, KOMPAS.com-Lima orang pembakar hutan lindung di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok ditangkap polisi.

Empat orang yang ditangkap adalah pekerja masing-masing KD (43), DR (47), AF (25), YM (22) dan majikannya L (65) diduga membakar hutan sekitar dua hektar, pada Jumat (13/9/2019) lalu.

"Lima orang itu kita tangkap pada Sabtu, satu hari setelah mereka melakukan pembakaran. Setelah melalui pemeriksaan, hari ini mereka sudah kita tetapkan menjadi tersangka," kata Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan yang dihubungi Kompas.com, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Kapolri Instruksikan Kapolda Tangkap Pembakar Hutan

Menurut Dony, kejadian berawal pada Jumat (13/9/2019) di mana polisi mendapatkan laporan adanya pembakaran hutan di Saniang Baka.

Setelah melakukan penyelidikan, ternyata lahan yang dibakar merupakan lahan hutan lindung.

"Setelah berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar, ternyata lahan yang dibakar adalah kawasan hutan lindung. Kita langsung melakukan pengamanan terhadap pelaku pembakaran," jelas Dony.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, pelaku kebakaran bermotif dengan merobohkan pohon pinus dan kemudian membakarnya dengan minyak tanah dan korek api.

Baca juga: Polda Kalbar Bantah Hentikan Kasus 4 Perusahaan Pembakar Hutan

Selain mengamankan lima pelaku, menurut Dony, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima unit mesin pemotong rumput, dua unit mesin pompa racun rumput, dua unit mesin diesel listrik (genset).

Kemudian, satu gerobak dorong, empat jiriken, satu parang, satu mancis atau korek api, satu unit mesin pemotong kayu atau chainshaw.

Selanjutnya, empat cangkul dan satu sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor.

Kelima tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 UURI No. 5/1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya, Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41/1999 tentang Kehutanan.

Kemudian Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UURI No. 18/ 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.

"Ancaman hukuman mereka maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.