Hiu Paus Terjebak 4 Hari di Kanal PLTU Paiton, Kondisinya Luka-luka

Kompas.com - 16/09/2019, 18:48 WIB
Hiu paus terjebak di kanal PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Videonya beredar di medsos. repro bidik layar YouTube @Robex tvHiu paus terjebak di kanal PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Videonya beredar di medsos.


PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Hiu paus terjebak di kanal PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Videonya beredar di medsos.

Hingga Senin (16 /9/2019), hiu paus masih terjebak di kanal. Hiu paus itu berada di sana sejak Kamis (12/9/2019) lalu. 

Media tidak bisa masuk ke lokasi untuk mendekati hiu sehingga harus mengambil gambar dari jalan raya di luar pagar kompleks PLTU.

Hingga kini, belum ada keterangan dari PLTU mengenai hal tersebut.

Baca juga: Hiu Paus 6 Meter Terdampar di Pantai, Sempat Bergerak Lalu Mati

Kepada media, Kepala Seksi Program dan Evaluasi BPSPL Denpasar wilayah kerja Jawa Timur Permana Yudiarso mengatakan, hiu tersebut sudah luka-luka.

Pihaknya sudah melakukan observasi bersama petugas PLTU Paiton dan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Luka-luka terletak di bagian depan mata kiri, sirip dada kiri, dan ekor.

"Sudah beberapa kali diupayakan dikembalikan ke tengah laut tapi kembali lagi karena aliran air tinggi. Hiu paus mencoba keluar dari saluran PLTU tapi gagal," kata dia.

Kepala Dinas Perikanan setempat Dedy Isfandi menuturkan, posisi hiu paus berada di kanal utama, terdapat 8 intake kanal dengan lebar sekitar 3 meter dan kedalaman 5 meter.

Kanal memiliki kecepatan arus 12,6 km/jam per 1 intake serta aliran listrik tinggi dan aliran buang dengan turbin satu arah.

Baca juga: Penyebab Kematian Hiu Paus Terdampar di Laut Sukabumi Belum Diketahui

"Kami masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan opsi penyelamatan, dipimpin Dandim. Salah satu opsinya dengan menjaring hiu itu. Kemudian diangkat dengan crane untuk selanjutnya dibawa dan dilepas ke tengah laut,” kata dia.

Dedy menambahkan, penyelamatan hiu yang diperkirakan mempunyai panjang 4,4 meter tersebut butuh kekuatan ekstra dan banyak hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk keselamatan para petugas yang hendak mengevakuasi. 


Dia menargetkan, dalam dua hari hewan yang dilindungi ini sudah bisa dievakuasi, dengan sejumlah opsi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X